
Halani ai sai gogoh bei, ganupan hita on.
Mamuji Tuhan Jesus in, parholong atei banggal in.
Sibahen hamegahon in, ronsi magira pe, ronsi magira pe.
“Rahmat, damai sejahtera dan kasih kiranya melimpahi kamu.” (Yudas 1:2)
Sebagai akibat dari keselamatan yang ia terima dalam Kristus, maka Yudas bersaksi tentang betapa besarnya kasih karunia dan anugerah Tuhan dalam hidupnya. Anugerah Allah yang besar itu disebutkannya dalam tiga kata, yaitu: rahmat, damai sejahtera, dan kasih. Ketiga anugerah Allah yang besar ini dimintakan oleh Yudas supaya melimpah dalam kehidupan kita.
Rahmat, atau yang dapat diterjemahkan sebagai kasih karunia, adalah kesempurnaan dalam Allah. Kesempurnaan itu kita dapati karena kita adalah orang-orang pilihan. Allah dalam Kristus Yesus telah menjadi Juruselamat bagi kita melalui kesediaan-Nya menebus kita dari dosa dan kematian. Di dalam rahmat atau kasih karuna itu, kita juga diberi hidup baru melalui kelahiran kembali dalam Kristus. Pengakuan akan kasih karunia Allah ini sangat kita perlukan dalam hidup. Ketika kita sedang dalam pencobaan dan penderitaan, maka yang kita butuhkan adalah belas kasihan atau rahmat Tuhan yang telah membebaskan dan menyelamatkan kita. Oleh karena itulah Yudas meminta dengan sangat supaya kasih karunia atau rahmat Tuhan itu harus melimpah dalam hidup kita. Ketika kasih karunia itu dengan limpahnya kita pelihara dan gunakan dalam hidup, maka kita akan menjadi umat percaya yang kuat, yang dapat menghadapi segala tantangan serta tidak tunduk kepada kuasa dunia dan cobaan dari Iblis.
Damai sejahtera juga harus melimpahi kita. Penggandaan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus bermakna pemeliharaan dari Tuhan. Perdamaian yang telah dilakukan Yesus di kayu salib untuk dosa-dosa manusia adalah langkah besar untuk menghapus segala rasa khawatir dan takut dalam diri manusia. Dengan dikalahkannya segala ketakutan, gelisah, dan khawatir sebagai akibat dari dosa dan kematian, maka tinggallah damai sejahtera dalam diri manusia. Damai sejahtera yang seperti inilah yang dimaksudkan oleh Yudas. Damai sejahtera itu harus melingkupi kita seperti selubung ketika kita menghadapi begitu banyaknya keadaan dan situasi yang tidak mudah. Damai sejahtera itu harus menjadi kekuatan utama bagi kita dalam memikirkan dan menanggapi segala sesuatu.
Demikian juga dengan kasih yang dari Allah, haruslah melimpah dalam hidup kita. Kasih yang dimaksud di sini adalah kasih yang sempurna dari Allah. Kasih yang sempurna itu adalah kasih yang tanpa batas dan kasih yang tanpa syarat. Seperti kasih Allah kepada dunia ini dengan memberikan Anak-Nya Yesus Kristus, kasih yang sedemikianlah yang harus melingkupi hidup kita. Dengan tuntunan dari pada Roh Kudus, biarlah kasih itu mewujudnyata dalam hidup kita, sehingga hidup kita dapat menjadi berkat bagi sesama. Demikianlah rahmat (kasih karunia), damai sejahtera, dan kasih Allah harus nyata dan melimpah dalam hidup kita. Amin.
Kantor Sinode GKPS