Renungan Mingguan Namoposo GKPS, Minggu 22 Juni 2025 (1 Set Trinitatis)
Nats : Kolose 1:15-23
Usul Doding : Haleluya No. 19:1
Tema : Yesus adalah Gambar Allah
Tujuan : Agar Namaposo memahami bahwa setiap orang percaya kepada Yesus dimampukan untuk hidup kudus, damai, dan tidak bercela
Segala Sesuatu Diperdamaikan dalam Kristus
Syalom saudara-saudari Namaposo yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus!
Firman Tuhan bagi kita hari inimerupakan pesan atau nasehat rasul Paulus kepada orang Kristen di kota Kolose. Seperti yang kita ketahui bahwa Kolose merupakan salah satu kota di Asia Kecil, sebelah timur kota Efesus. Paulus memang tidak ada di tengah jemaat Kolose (2:1), namun melalui rekan sekerjanya Epafras, dia banyak mendengar tentang situasi di Kolose (Kol. 17:4-12). Paulus mendengar kabar bahwa di tengah-tengah jemaat Kolose telah hadir guru-guru yang mengajar ajaran yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Mereka ini sering dijuluki dengan guru-guru palsu, karena mereka berusaha menyesatkan orang dari ajaran Kristus.
Persoalan di atas tentu membuat jemaat gelisah dan sepertinya mulai goyah dalam ajaran Kristus. Untuk itulah Paulus datang dengan menyampaikan pesan tentang ajaran Kristus yang benar dan menentang ajaran-ajaran salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu itu. Inti sari surat ini ialah bahwa Yesus Kristus sanggup memberi keselamatan yang sempurna dan ajaran-ajaran lain itu hanya menjauhkan orang dari Kristus. Melalui Kristus, Allah menciptakan dunia ini, dan melalui Kristus juga Allah menyelamatkan kita. Hanya melalui bersatu dengan Kristus, dunia memiliki harapan untuk diselamatkan. Oleh karena itu pada bagian nas ini, Paulus menekankan keutamaan Kristus atas segala hal dan pekerjaan perdamaian Allah melalui Kristus.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, doa Paulus di bagian sebelumnya diakhiri dengan sebuah referensi pekerjaan keselamatan Allah melalui Yesus Kristus. Dalam bagian ini, Paulus menekankan keutamaan Kristus atas segala hal dan pekerjaan perdamaian Allah melalui Kristus. Ia juga memberitahukan jemaat di Kolose bahwa karena rahasia besar ini sehingga ia menjadi hamba Injil dan berjerih lelah demi jemaat Kolose. Saudara-saudari dalam nats renungan hari ini, kita diperhadapkan dengan pekerjaan Kristus yang begitu luas. Bayangkan saja, tidak ada peristiwa atau perkara, baik di surga maupun di dunia, demikian juga yang di antara langit dan bumi, yang tidak ada hubungannya dengan Kristus, atau yang berada di luar kekuasaan Kristus.
Jadi saudara-saudari yang terkasih, memang bagian surat Paulus ini luar biasa sekali. Oleh sebab itu saudara, tidak terlalu mudah kita memahami ataupun menguraikannya. Namun, dalam terang bimbingan Roh Kudus kita tiba-tiba menatap lukisan yang begitu mengagumkan dan mengherankan tentang makna dan karya Yesus Kristus. Suatu panorama yang begitu agung dan Ajaib.
Oleh karena itu saudara-saudari yang terkasih, Rasul Paulus memberikan sesuatu uraian tentang hubungan Kristus dengan alam semesta ini. Kristus mempunyai hubungan semuanya. Bukan karena salib Ia jadi mempunyai hubungan dengan dunia dan kemanusiaan, tetapi juga melalui penciptaan segala sesuatu. Mari kita baca ayat 16 “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun Kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”.
Selanjutnya saudara-saudari yang terkasih dalam ayat 18 Paulus mau menjelaskan siapa Yesus bagi Gereja: Yesus adalah kepala tubuh, yang tidak lainnya adalah Gereja. Gereja adalah tubuh Kristus, yaitu organisme yang melaluinya Ia bertindak dan membagikan pengalamanNya. Namun ia berbicara secara manusiawi, tubuh adalah pelayan kepala dan tidak berdaya tanpa kepala. Jadi Yesus Kristus adalah Roh yang memimpin Gereja; Gereja harus hidup dan bergerak hanya di dalam Dia.
Selanjutnya mari kita baca ayat 20 “Demikian pula di dalam Dia, Allah telah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga”. Dari ayat ini apa yang mau Paulus sampaiakan? Paulus memperlihatkan dampak yang begitu luas dari pekerjaan Kristus yang mencakup seluruh alam semesta ini. Di sini kita berjumpa dengan gambaran yang besar dari penyelamatan dan keselamatan itu. Medium pendamaian adalah darah Salib. Yang dimana dinamika kematian Yesus Kristus. Salib adalah bukti bahwa tidak ada jarak yang enggan ditempuh kasih Allah untuk menenangkan hati manusia. Paulus tidak hanya berkata-kata tentang keselamatan manusia, tetapi juga keselamatan dunia dan dan alam semesta. Jadi saudara-saudari yang terkasih, bagian ini menjadi sangat penting bagi kita sekarang, khususnya di tengah-tengah keadaan dunia yang ditimpa oleh berbagai macam krisis, termasuk krisis lingkungan hidup. Jadi saudara-saudari, dengan adanya reformasi, kita telah dibawa kembali pada kedalaman Injil, tetapi keluasannya agak terlupakan. Baru setelah dunia menghadapi bahaya kehancuran akibat ulah manusia sendiri dengan segala pencemaran lingkungan hidup, gereja mulai terbuka matanya untuk memahami Kabar Baik dari Injil itu, yaitu meliputi keselamatan alam semesta ini. Artinya saudara tidak hanya keselamatan manusia tetapi semuanya yang ada di alam semesta.
Saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus
Melalui nats ini mengajarkan kita bahwa Yesus Kristus yang dalam kapasitas-Nya sebagai pengantara ciptaan mendamaikan alam semesta dengan Allah Pencipta. Artinya, Ia memperbaharui kembali hubungan yang wajar dan harmonis yang telah hilang itu. Kedua fungsi ini tidak bisa dilepaskan. Di sini kita memperoleh petunjuk yang kuat tentang cara kita memandang hubungan keselamatan kita manusia dengan keselamatan keseluruhan alam semesta dan segala makhluk ciptaan Tuhan. Ini membawa kita kepada tanggung jawab iman terhadap lingkungan.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus, dengan apa yang terjadi pada bumi kita saat ini. Ini gambaran tentang krisis lingkungan hidup akhir-akhir ini sangat mengerikan. Mari kita bayangkan dan kita renungkan saudara-saudari, kerusakan dan kehancuran hutan belantara dan hutan tropis, apalagi kejadian yang baru-baru ini negara Hollywood (California) yang terbakar yang membuat ozon semakin menipis, longsor akibat penebangan hutan ilegal. Bahkan sekarang di beberapa bagian dunia, luas padang pasir yang bertambah setiap satu tahun. Semua ini membawa akibat yang mengerikan bagi kehidupan segala makhluk di muka bumi ini.
Saudara-saudari yang terkasih, hal ini menggambarkan kesalahan pengelolahan alam atau lingkungan hidup, yang tentunya disebabkan oleh banyak hal, antara lain kekurang pahaman, ketidakpeduliaan, dan tentunya karena manusia tidak melihat hubungan imannya dengan tugas dan tanggung jawab pemeliharaan lingkungan hidup itu. Mari kita renungkan saudara-saudari, selama ini manusia melihat dirinya sebagai penguasa alam atas ciptaan lainnya. Kita seenaknya memperkosa alam, menguras habis sumber-sumber alam hanya demi keserakahan manusia itu sendiri. Padahalkan saudara-saudari sebagai ciptaan yang paling tinggi justru berkewajiban untuk menyelenggarakan, memelihara, merawat, dan mengembangkan alam demi kebahagiaan seluruh makhluk dan demi keutuhan seluruh ciptaan Tuhan.
Sehingga, nats renungan kita ini justru mengingatkan manusia percaya bahwa kita dipanggil bukan hanya memperdulikan sesama kita manusia aja, tetapi juga mempedulikan seluruh lingkungan hidup kita, termasuk tanaman, hewan, dan segala sumber alam lainnya. Oleh karena itu, pemahaman keterlibatan seperti ini sangat penting karena harus menyadari bahwa kesejahteraan manusia adalah bagian yang integral dari kesejahteraan lingkungan hidup. Masalah kita sekarang bukan sekedar melaksanakan Pembangunan demi masa depan umat manusia, tetapi secara serentak melakukan pemeliharaan alam dan sumber-sumbernya, agar milik Kristus itu dapat menghayati atau menikmati pendamaian yang ada di dalam Dia.
Jadi saudara-saudari, melalui pesan Paulus ini, kita disadarkan bahwa manusia mempunyai tempat dan peranan khusus dalam keselamatan alam semesta ini. Karena manusia yang telah diperdamaikan oleh Kristus dengan Allah itu diberi kemampuan menjadi hamba atau perpanjangan tangan Allah untuk mengarahkan segala kekuatan alam semesta ini menuju kepenuhan tujuan dalam Kristus. Manusia percaya menjadi pelaksana-pelaksana perdamaian, baik antara sesama ini tidak dapat dicapai terlepas dari hubungan yang benar dengan Allah. Disinilah kunci ungkapan Paulus itu saudara-saudari yaitu penekanan ayat 20. Sehingga pendamaian alam semesta itu kemudian dilihat dalam penerapannya atas gereja yang tampak jelas dalam ayat 21-23, mari kita bacakan. Disinilah kita melihat keunggulan Paulus. Ia tidak berhenti hanya pada prinsip-prinsip yang umum, tetapi ia membuat ajarannya selalu terarah secara pribadi. Ia sadar bahwa pesannya itu penting untuk memperjelas dan menjernihkan masalah, tetapi tanpa di hayati dalam kehidupan, pesan yang disampaikannya itu ibarat sia-sia.
Dari renungan kita hari ini, ada tiga hal utama yang dituntut dari orang-orang yang sudah diperdamaikan itu. Hal ini perlu kita refleksikan saudara-saudari
- Bertekun dalam iman. Apa artinya ini saudara? Artinya adalah setia dan konsisten bertahan dalam kepercayaan yang sudah kita miliki
- Tetap teguh, tidak goyah. Apa artinya ini saudara? Artinya ini adalah kita yang sudah memiliki dasar yang pasti, seperti batu karang yang tidak dapat digoyahkan lagi.
- Jangan mau digeser dari pengharapan Injil, agar jangan tergiur oleh banyak ajaran yang tampaknya bagus dan menarik, tetapi pada hakikatnya dibangun di atas yang rapuh, dan di atas landasan yang cepat bergeser.
Saudara-saudari yang terkasih…
Karena saudara-saudariku tujuan dari pendamaian adalah kesucian. Kristus mengerjakan karya pendamaian-Nya yang penuh pengorbanan untuk menghantarkan kita kepada Allah dalam keadaan yang telah disucikan dan tidak dapat dipersalahkan.
Sehingga saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus.
Karya pendamaian Kristus itu hendaknya membawa gereja pada hidup yang baru. Kehidupan gereja adalah kehidupan gereja adalah kehidupan di hadirat Kristus. Jangan ada yang menguasai gereja selain Kristus. Tugas kita saudara-saudari adalah bertekun di dalam Dia, teguh, tidak berguncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil. Pendamaian menuntut bahwa baik di bawah sinar matahari maupun di bawah bayang-bayang kegelapan, kita tidak pernah boleh kehilangan akan kasih Allah. Kita telah diperdamaikan Kristus dari dosa-dosa kita yang telah mati di kayu Salib. Maka kita juga harus berdamai dengan ciptaan yang lain, selaku kita adalah Tunas na majenges yaitu generasi penerus gereja yang memenuhi panggilan Allah yang sudah diperdamaikan. Hanya dengan demikian gereja mampu menjalankan tugas mulianya, yaitu memberitakan Injil kepada seluruh makhluk di dunia ini. Jadi saudara-saudari dari rasa kagum akan pendamaian ini lahirlah kekuatan di dalam kesetiaan yang tak tergoyahkan dan Cahaya pengharapan yang tak dapat ditaklukkan. Oleh karena itu selamat berkarya untuk saudara saudari sekalian. Amin.