Renungan Remaja
Tanggal, 08 Pebruari 2026
Teks, Amsal 14:29-30
Thema : Sabar
Tujuan : Supaya Remaja dapat:
- Menjelaskan pentingnya sabar sesuai isi nats
- Menjelaskan kesabaran Abraham sesuai nats
- Mendaftarkan cara melatih kesabaran
“Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.” Amsal 14 : 29. “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang’ Amsal 14:30.
Apa khabar adek-adek sekalian! Saya berharap adek-adek dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Tuhan yang majha pengasih. Adek-adek sekalian pada hari ini kita disapa oleh firman Tuhan yaitu tentang KESABARAN. Apakah adek-adek telah hidup dalam kesabaran? Pastinya adek-adek semua telah tau arti kesabaran. Tapi saya mau adek-adek kembali diingatkan tentang kesabaran.
Kalau berbicara tentang kesabaran, tentunya adek-adek pasti menginginkan menjadi orang yang sabar, karena memang sabar adalah salah satu kehendak Tuhan. Adek adek masih ingat kan tentang buah-buah roh yang menyatakan bahwa salah satu buah-buiah roh adalah kesabaran. Bagaimana sebenarnya yang disebut orang sabar? Orang yang sabar biasanya terlihat lebih tenang dan sikapnya tidak terburu-buru. Orang yang sabar juga bicaranya sangat tenang dan tidak mudah tersulut emosi. Ada tiga alasan kita hidup dalam kesabaran. Pertama, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar (Pengkhotbah 10:4). Kedua, karena panjang sabar lebih baik daripada tinggi hati. (Pengkhotbah 7:8). Dan alasan ketiga, dengan melibatkan akal budi, membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran. (Amsal 19:11).
Rasul Paulus juga mengatakan kepada kita bahwa kasih itu sabar, ia “panjang sabar”. Mengasihi orang lain berarti kita tidak memusuhi mereka saat pertama kali mereka menyinggung perasaan kita. Dalam berhubungan dengan orang lain, kita cenderung untuk jauh lebih sabar terhadap orang-orang tertentu daripada terhadap orang lain.
Jika seorang sahabat lama melakukan sesuatu yang menjengkelkan atau mengganggu, biasanya kita akan berkata, “Oh, itu memang kebiasaannya, itu adalah kepribadiannya, kita semua manusia, tidak ada satu pun dari kita yang sempurna.” Seorang sahabat yang telah kita kenal begitu lama, kita pasti akan tahu bagaimana kelakuannya dan sikapnya terhadap kita. Walaupun sesungguhnya ada saat tertentu kata-katanya menusuk sampai ke hati kita yang paling dalam.
Di dalam hidup sehari-hari, apakah kita sangat sabar ketika menghadapi sebuah permasalahan? Mungkin kita mengalami permasalahan dengan keuangan, Dimana keluarga kita sangat sulit, untuk makan aja kadang sulit. Mungkin permaslahan tentang pergaulan kita, dimana orang yang kita percayai ternyata tidak seperti yang kita harapkan dan lain sebagainya. Tapi disinilah dituntut kesabaran kita, apakah kita sabar dan percaya kepada pertolongan Tuhan. Tentunya kalo kita percaya pasti Tuhan akan buka jalan dalam semua pergumulan yang kita hadapi.
Di dalam Alkitab, ada banyak contoh orang-orang yang sangat sabar dalam kehidupannya. Sebut saja Abraham. Dalam Kejadian 12:10 “Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.”
Sebelum Abraham dipanggil Tuhan, namanya adalah Abram. Sesungguhnya siapakah Abram yang mengalami kesulitan karena adanya kelaparan yang melanda negerti tempat di mana Abram tinggal? Jika kita membaca dari ayat 1 hingga seterusnya, menjelaskan bahwa Abram adalah seseorang yang taat mengikuti panggilan Tuhan untuk meninggalkan rumah ayah ibunya, termasuk tempat tinggal ayahnya (warisannya) dan semua keluarga yang ia cintai.
Dan Kejadian 26:1 menjelaskan bahwa Tuhan mengijinkan Abram hadapi krisis ekonomi, bukan hanya dua kali, tetapi berulang-ulang kali. Ketika menghadapi keadaan seperti ini, apakah yang dilakukan Abram? Selama masa krisis, tidak pernah keluar sepatah kata persungutan dari mulut Abraham atas kebijakan yang Tuhan lakukan untuk dirinya. Dan tidak pernah Abram mengungkit-ungkit janji Tuhan dengan berkata: “Tuhan mana janjiMu, katanya aku akan diberkati dan menjadi berkat, tetapi mana…? Kenyataannya kok aku kelaparan?” Sering kali keadaan seperti ini kita alami tetapi apakah yang kita lakukan? Apakah ada persunggutan? Ataukah kita berdoa dan didalam doa itupun kita bukan bersyukur, melainkan bersungut kepada Tuhan?
Untuk itu bagaimana kita agar menjadi orang yang sabar? Tentunya kesabaran tidak dibangun dalam satu malam tapi harus melalui proses. Dalam alkitab, kesabaran itu berarti tekun menuju tujuan, bertahan dalam pencobaan, ataupun dengan penuh harap menunggu tergenapoinya sebuah janji. Di dalam alkitab banyak sekali kita lihat tokoh-tokoh yang telah mempraktekkan hidup dalam kesabaran. Selain Abraham bisa kita lihat bagaimana Ayub dengan sabar menerima pencobaan yang dia terima. Tapi buah kesabaran Ayub adalah Tuhan mengembalikan dua kali lipat semua yang telah hilang dari kehidupannya. Bairlah kesabaran itu selalu mewarnai kehidupan adek-adek sekalian. Amen