
BAHAN RENINGAN NAMAPOSO
20 September 2026 (16 Dob Trinitatis)
Nas : Yohanes 6: 32-40,
Tema : Menjadi penurut-penurut Allah
Tujuan : Agar Namaposo Memahami Bahwa Yesus Adalah Sumber Utama Dan Satu-Satunya Yang Dapat Memenuhi Kerinduan Terdalam Jiwa Kita, Serta Memberikan Jaminan Akan Masa Depan Yang Kekal di Dalam Dia.
Dalam teks Yohanes ini Yesus mengungkapkan dirin-Nya sebagai Roti Hidup. Roti adalah sesuatu yang essential bagi kehidupan bangsa Israel waktu itu karena itu adalah makanan sehari-hari. Sebagai Roti Hidup identitas Yesus adalah seorang yang turun dari surga untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang turun ke dalam dunia. Bukan manusia yang mati lalu bangkit dan naik ke surga sekedar itu saja namun surga adalah tempat asalnya. Dia mengungkapkan identitas-Nya itu setelah Dia melakukan mujizat. Ketika orang banyak mendengarkan pengajaran Yesus dimana Yesus mengajarkan hal-hal rohani dan ketika hari mulai malam maka mereka memerlukan makanan.
Yesus adalah Roti Hidup. Dia adalah makanan sumber kehidupan kekal yang kita terima melalui percaya. Namun Yesus bukan hanya memberikan hidup kekal namun hidup yang dipenuhi dengan kelimpahan sukacita dan kepuasan dalam hidup ini.
Ada banyak orang yang menganggap dirinya sudah percaya Yesus dan yakin kalau mati masuk surga, namun ketika melihat hidupnya ternyata penuh dengan sungut-sungut dan tidak ada sukacita. Banyak orang Kristen yang tidak dapat menunjukkan tanda-tanda antusiasme dan penuh kepuasan di dalam Allah. Persekutuan dengan Allah yang berlangsung sampai kekekalan bukan hanya memberikan jaminan kehidupan setelah kematian tetapi juga kepuasan jiwa pada saat ini. di dalam ayat yang ke 35 dikatakan, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Orang yang percaya dan memiliki relasi dengan Tuhan maka hidupnya akan menemukan kepuasan dan tidak lagi mengalami kelaparan dan dahaga jiwa. Namun sebagai murid Kristus seringkali kita juga masih bergumul dan mencari kepuasan di tempat-tempat dan hal-hal yang salah. Ada yang mencari kepuasan jiwa di dalam kenikmatan makanan, kenikmatan seks, traveling, shopping dll. Ada juga yang mencari kepuasan jiwa melalui prestasi kerja atau study, kedudukan dan kekayaan. Dan jika hal-hal ini kita andalkan menjadi hal yang utama untuk mendapatkan kekenyangan dalam jiwa kita maka itu bisa menjadi berhala-berhala dalam jiwa.
Sebenarnya semua hal itu bisa menjadi berkat yang baik dari Tuhan dan Tuhan bisa memberkati kita sesuai dengan hikmat dan rencana-Nya. Namun kalau itu menjadi pusat hidup kita dan kita mengejar itu untuk mengisi jiwa kita maka itu bisa menjadi berhala yang buruk. Berkat yang baik bisa menjadi berhala yang jahat ketika kita menjadikan mereka sumber kepuasan hidup ini. Mereka bisa membelenggu dan menyeret kita untuk terus jatuh dalam dosa dan justru membuat kita merana.
Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kalau kita menjadikan itu semua sebagai sumber pemuasan dahaga jiwa kita dan sumber ketenangan hidup maka berkat Tuhan itu bisa menjadi berhala yang jahat dan bisa menyiksa kita dengan berbagai-bagai duka. Kalau ada orang Kristen yang diberkati Tuhan dengan kekayaan namun tidak mencintai kekayaan tetapi menggunakan kekayaannya itu untuk pekerjaan Tuhan maka orang-orang itu adalah orang-orang yang berbahagia.
Orang yang berusaha untuk memenuhi kelaparan dan dahaga jiwanya di tempat-tempat yang salah maka tidak akan menemukan ketenangan dan peristirahatan. Hatinya akan terus dirundung kegelisahan dan keresahan sampai mereka menemukan sang roti hidup itu memuaskan mereka. Yesus Kristus adalah roti hidup dan jika kita datang pada Dia dan membuang berhala-berhala kita serta menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas hidup kita maka Dia akan memuaskan jiwa kita dengan berkat-berkat-Nya, bahkan Dia memberikan hidup yang terpuaskan di dalam diri-Nya sendiri. Berita Injil mengajarkan kepada kita bahwa Yesus justru meninggalkan kenyamanan surga agar menyelamatkan kita orang berdosa, masakan kita mau memberhalakan kenyamanan.
Namun demikian, manusia sering kali mencoba mengisi kekosongan hidup dengan “makanan yang binasa” seperti harta, status, atau kesenangan duniawi yang tidak pernah cukup. Yesus menegaskan bahwa barang siapa datang dan percaya kepada-Nya, ia tidak akan lapar maupun haus lagi secara rohani. Yesus menyatakan kehendak Bapa bahwa Ia tidak akan membiarkan satu pun dari mereka yang diberikan kepada-Nya hilang, melainkan membangkitkan mereka pada akhir zaman. Keselamatan bukan hasil usaha kita yang lemah, melainkan anugerah kekal dari Allah Bapa di dalam Anak-Nya.
Datang kepada Yesus berarti menyerahkan kepenatan hidup, mengakui keterbatasan diri, dan menjadikan Dia sebagai pusat dan sumber kekuatan utama setiap hari. Amen