
RENUNGAN PEMUDA
Minggu ke-VII Setelah Trinitatis, 19 Juli 2026
Nats : Daniel 6:11-28
Tema : Kuasa Allah yang melebihi kuasa manusia
Tujuan : Agar namaposo menyadari bahwa Allah berdaulat dalam kehidupan umat
manusia, dan dialah yang menentukan hidup dan matinya manusia.
“Allah Sanggup”
Saudara/i yang terkasih di dalam Yesus Kristus. Pada mulanya Tuhan menciptakan manusia seturut gambar dan rupa Allah yakni manusia mewarisi karakter Allah dan manusia diberikan kebebasan dan kemampuan untuk berkarya sesuai dengan keinginannya. Manusia diberikan akal dan pikiran serta kreatifitas berpikir dan berekplorasi atas ciptaan lainnya. Lewat pencapaian terhadap berbagai hal yang diupayakan oleh manusia, seringkali membawa kepada sikap kesombongan dan keangkuhan diri serta tidak lagi bergantung kepada Tuhan. sering sekali juga manusia menggunakan kekuasaannya untuk merugikan orang lain. Kemampuan dan kelebihan seringkali membawa manusia kepada godaan untuk mencari pujian untuk diri sendiri. bahkan seringkali manusia lupa darimana dia mendapatkan semua berkat, kemampuan yang dimiliki.
Sebaliknya seringkali karena tekanan dan ancaman, manusia meninggalkan Tuhan. awalnya dia adalah seseorang yang takut akan Tuhan dan setia beribadah kepada Tuhan. tetapi karena tekanan, ancaman, intimidasi dari orang-orang di sekitar membuatnya takut dan meninggalkan Tuhan. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan keinginan Tuhan. Allah menginginkan kita untuk selalu setia dalam setiap proses kehidupan. Dalam segal situasi dan kondisi kita harus berani untuk mempertahakan iman dan kesetiaan kita kepada Tuhan.
Demikian halnya yang terjadi apa yang dikisahkan dalam nats khotbah ini yakni kisah tentang Daniel di gua singa. Pada waktu bangsa Israel mengalami kekalahan oleh penjajahan dari bangsa asing. Dan beberapa orang termasuk Daniel dipilih untuk dipekerjakan di istana raja. Daniel berada di dalam istana dan bekerja sebagai pelayan raja, sosoknya sangat menyenangkan hati raja dan cara dia bekerja sangatlah terampil. Karena Roh Tuhan bekerja di dalam dirinya, dia memiliki pribadi yang menyenangkan dan membuat hati raja senang (ay.1-2). Sehingga dia mendapatkan perhatian istimewa dari raja Darius pada waktu itu. Dia diangkat menjadi seorang kepala pelayan yang membawahi banyak anggota. Di samping itu dia diberikan hak dan kekuasaan untuk mengembangkan dan memajukan kerajaan. Artinya ide dan juga kepemimpinannya sangat diakui pada waktu itu. Tetapi kompetensi dan kinerja Daniel yang bagus membuat rasa iri dari para menteri dan pejabat-pejabat lainnya sehingga mereka mencari cara untuk menghancurkan Daniel. Mereka bersepakat membuat aturan dan aturannya berisi “bagi siapa saja yang menyampaikan permohonan kepada manusia atau Tuhan maka akan dihukum dan dilemparkan ke gua Singa.” Mereka membawa aturan itu kepada raja untuk mendapatkan pengesahan. Setelah mendapatkan persetujuan dari raja, dan benar saja waktu mereka mendatangi tempat tinggal Daniel, ia sedang berdoa dan sedang menyampaikan permohonan kepada Tuhan (ay.12).
Kemudian mereka menangkap Daniel dan membawa ke hadapan raja dan meminta supaya aturan diberlakukan kepadanya. Sejatinya raja Darius merasa sedih dan sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi, dan dalam hati kecilnya dia ingin menyelamatkan Daniel tersebut. Karena dia kagum dan senang terhadap Daniel yang selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk raja. Di satu sisi sebagai seorang pemimpin dia juga menghargai masyarakatnya dengan keteguhan dalam menjalankan aturan. Tapi di satu sisi dia sangat dilema atas hukuman yang akan diberikan kepada Daniel.
K emudian Daniel dimasukkan ke dalam gu singa. Dengan harapan, dia akan mati diterkam oleh singa Tetapi apa yang terjadi kemudian? Setelah melewati satu malam, raja bergegas melihat keberadaan Daniel. Dan mendapati Daniel masih hidup dan sama sekali tidak disentuh oleh singa. Dan kalimat yang keluar dari mulut raja adalah tentang kekaguman dan kekuasaan Allah. Daniel. 6:20b, “ Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kau sembah dengan tekun telah sanggupkah ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?”, dan daniel memberi jawab, “ya Raja, kekallah hidupmu.”
Setelah mendapati Daniel masih hidup, raja sangat bergembira dan senang terhadap peristiwa keselamatan Daniel sekaligus juga dia mengagumi kemahakuasaan Allah yang disembah olehnya. Kemudian Daniel menyampaikan tentang kebenaran dirinya di hadapan raja terdapat di ayat 23, “ Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tidak bersalah di hadapan-Nya, tetapi juga terhadap tuanku, ya raja aku tidak melakukan kejahatan.” . Lalu raja memberi perintah supaya mengeluarkan Daniel dari dalam gua dan memasukkan semua orang yang memfitnah dan beserta keluarganya. Bukan hanya itu saja raja Darius juga memerintahkan supaya setiap orang menghormati dan menghargai Allahnya Daniel.
Saudara/i yang terkasih di dalam Yesus Kristus Tuhan. Nats khotbah ini mengingatkan kita untuk mengakui bahwa kekuasaan dan kekuatan Tuhan melebihi apapun di muka bumi ini. kalaupun hidup kita juga sering mengalami ketidakadilan, tetapi Tuhan mampu membebaskan kita dari keadaan itu. Kita sering mendapatkan orang-orang yang tidak menyukai kita dengan mengatakan gosip, memfitnah kita, membuat kita terpuruk untuk sementara waktu. Tetapi anugrah Tuhan senantiasa memampukan kita melewati proses itu. Dari khotbah ini kita dapat mengambil pesan yang luar biasa dalam kehidupan kita yang boleh dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Amen