Menu
Categories
Bahan Renungan Remaja, 05 April 2026
30 Maret 2026 Bahan PA

Minggu Paskah I, Tanggal 5 April 2026

Nats: Lukas 24:1-12, Tema: Yesus Hidup Bagiku

Yesus Bangkit, Aku Berubah

  1. Pengantar

Ada lirik lagu sekolah minggu yang mengatakan demikian, “Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus pada pagi, pagi hari sekali, kubur kosong, kubur kosong, kubur kosong, kubur kosong, kubur kosong membuktian Dia hidup” . Yesus benar benar hidup kembali, bangkit dari kematian dan  Yesus menang. Biarlah nama Tuhan Yesus hidup di hati kita untuk selama-lamanya. Pertanyaannya adalah apakah yang akan kita lakukan di paskah ini? Apakah kita mau hidup bersama dengan Tuhan Yesus? Atau kita masih hidup dalam dosa? Kiranya  Firman Tuhan ini, semakin menguatkan hati, pikiran dan iman anak remaja agar kembali merenung atas cinta kasih Tuhan Yesus yang begitu luar biasa untuk kita semua. Yesus bangkit agar aku, kamu dan kita semua beroleh keselamatan dan kita memiliki iman dan harapan yang baru kepada Tuhan Yesus Kristus.

  1. Isi Tulisan

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah peristiwa yang luar biasa dan istimewa. Banyak yang menangis ketika Tuhan Yesus menjalani via dolorosa (jalan penderitaan) hingga Yesus disalibkan di bukit Golgota. Dalam kisah ini, pagi-pagi benar pada hari pertama minggu, para perempuan datang ke kuburan Tuhan Yesus untuk merempah-rempahi tubuh Yesus yang baru meninggal. Mereka membawa rempah-rempah sesuai kebiasaan atau budaya Yahudi pada saat itu. Perempuan itu adalah Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus (ay.10). Ketika mereka sampai di kuburan Tuhan Yesus mereka melihat batu sudah terguling dari kubur (ay.2) dan mereka pun masuk ke kuburan Tuhan Yesus dan tidak menemukan jenazah Tuhan Yesus (ay.3). Kubur telah kosong dan perempuan-perempuan itu pun ketakutan dan termangu-mangu (tidak bisa berkata-kata, bingung, terkejut). Mereka berharap untuk dapat menemukan jenazah Yesus.

Banyak pertanyaan yang belum terjawab ketika, “…tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat dengan mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan” (4). Mereka membawa kabar yang di luar
perkiraan, kabar yang melampaui harapan. Mereka mencari Yesus yang mati, tetapi mendapati Yesus yang bangkit. Harapan yang terlampaui merupakan penghiburan dan anugerah yang besar dalam hidup kita. Kita layak bersyukur sekaligus berbagi. Seperti para perempuan itu berbagi berita kebangkitan dengan para rasul (10). Allah mengizinkan kita mendapat lebih dari yang diharapkan. Tujuannya antara lain agar kita memuliakan Dia dan semakin percaya pada-Nya. Para rasul kala itu tidak percaya pada berita kebangkitan (11) karena itu melebihi perkiraan mereka. Mereka lupa apa yang pernah Yesus katakan pada Yohanes 11:40, “bukankah sudah Kukatakan kepadamu, jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Malaikat itu berbicara menghibur dan menguatkan hati mereka: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Tetapi, kamu sebenar-nya tidak boleh mencari Dia. ‘Mengapa kamu mencari Dia Yang Hidup, di antara orang mati? Sudah lupakah kamu apa yang dikatakan-Nya ketika ia masih di Galilea? Bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga?’ (Lukas 24:7).Para perempuan pada mulanya tidak berpikir bahwa Yesus akan bangkit. Mereka tidak mengerti apa yang Yesus katakan mengenai Diri-Nya; bahwa Ia akan diserahkan, disalibkan, dan bangkit pada hari yang ketiga. Meskipun demikian, mereka memiliki cinta dan penghormatan yang besar kepada Yesus yang dinyatakan melalui tindakan para perempuan kepada Yesus dalam penguburan. Kubur yang kosong dan pertemuan dengan dua orang yang berpakaian berkilauan menjadi pemicu pengembangan karakter dalam tokoh para perempuan.

Para perempuan yang pada mulanya tidak memiliki pemahaman yang utuh terhadap Yesus, oleh karena peristiwa tersebut maka menjadi memiliki pemahaman yang utuh terhadap Yesus. Perubahan pemahaman ini membuat para perempuan yang awalnya sedih menjadi bersukacita dan setelah perempuan-perempuan itu kembali dari kubur, mereka menceritakan semuanya itu kepada ke sebelas murid dan saudara yang lainnya (ay.9) dan para sebagian besar rasul tidak percaya pada berita yang disampaikan oleh perempuan-perempuan itu (ay.10-11). Petrus salah satu rasul  yang tidak percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus, kemudian dia pergi ke kuburan Tuhan Yesus dan masuk ke kuburan Tuhan Yesus dan melihat kain kapan yang tersisa, menimbulkan  rasa heran dan pertanyaan dalam hatinya (ay.12). Tindakan Petrus ini adalah sebagai fakta iman yang awalnya ragu menjadi percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus. Petrus menemukan kain kapan sebagai bukti bahwa jenazah Yesus tidak dicuri, karena pencuri biasanya akan mengambil jenazah beserta kain kapannya. Yesus sudah bangkit, ada banyak saksi dan fakta iman yang mendukung kebangkitan Tuhan Yesus.

 

  • Refleksi

Yesus bangkit menandakan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat umat manusia. Kebangkitan Yesus adalah fakta iman, Tuhan Yesus mengalahkan dosa dan kematian. Yesus hidup kembali dan Yesus beserta dengan kita (Immanuel). Biarlah kebangkitan Tuhan Yesus mengajari anak-anak remaja untuk semakin aktif mengasihi dan semakin percaya kepada Tuhan Yesus lewat perkataan, perbuatan, dan tindakan hidup sehari-hari. Kebangkitan Tuhan Yesus adalah peristiwa kebangkitan iman anak remaja agar semakin naik kelas iman percaya kepada Tuhan Yesus untuk menjadi saksi Kristus di rumah, sekolah, gereja dan masyarakat.

Anak remaja harus menjadi ciptaan yang baru, meninggalkan manusia yang lama (hidup dalam dosa). Yesus menang mengalahkan dosa dan kematian. Remaja juga harus bisa mengalahkan dosa dan yang jahat. Berani berkata “YES” untuk perbuatan baik dan Berani berkata “No” untuk perbuatan jahat.  Sama-sama kita katakan, “Yesus Hidup, Yesus Bangkit, Aku Berubah”.  Seperti Firman Tuhan tertulis dalam 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” Selamat jadi ciptaan yang baru, aku, kamu dan kita adalah Laskar Kristus. Selamat Paskah! Tuhan Yesus Memberkati. Amen

Comments are closed
**