Menu
Categories
BAHAN RENUNGAN REMAJA 20 SEPTEMBER 2026
14 September 2026 Bahan PA

RENUNGAN REMAJA

20 SEPTEMBER 2026 (16 Dob Trinitatis)

Nats    : Daniel 1:6-17

Tema   : Menguasai diri

Aku bisa karena Tuhan

  1. Pengantar

Kitab Daniel di tulis oleh Nabi Daniel sendiri, seorang pemuda Yahudi yang diangkut ke Babel (Babylon). Banyak ahli berpendapat bahwa bagian-bagian tulisan ini ditulis pada masa penindasan di bawah kekuasaan Yunani yaitu antara abad ke-6 SM dan ke-2 SM. Pasal 1 terjadi pada masa pembuangan bangsa Israel ke Babel setelah Yerusalem jatuh pada tahun 586 SM. Nebukadnezar II raja Babel menangkap dan membawa sejumlah orang Yahudi termasuk Daniel dan ketiga kawannya. Teologi dalam pasal 1 ini menekankan pentingnya kesetiaan kepada Tuhan dan penolakan terhadapa nilai-nilai duniawi yang bertentangan dengan iman. Dalam nats ini akan dijelaskan bagaimana Daniel dan ketiga kawannya tetap pada kesetiaan terhadap Tuhan walau tawaran di depan mata menggiurkan secara manusiawi.

 

  1. Keterangan

Pada pasal 1:1-5 “penawanan Israel dan pendidikan tulis dan bahasa Kasdim”. pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda datanglah Nebukadnezar raja Babel ke Yerusalem lalu mengepung kota itu, sehingga raja Yehuda dan perkakas-perkakas di rumah Allah dibawa ke tanah Sinear (rumah dewanya). raja Babel bertitah kepada Aspenas (kepala Istana) agar membawa beberapa orang Isrel yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yang tidak cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai hikmat, berpengetahuan banyak dan mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang yang cakap yang dapat dipekerjakan di istana. Dan raja menetapkan pelabur (jatah makanan atau santapan harian) yang ditetapkan oleh raja Nebukadnezar bagi Daniel dan ketiga temanya. Makanan ini berasal dari meja raja dan anggur dari kerajaan, yang bertujuan untuk mendidik mereka selama 3 tahun agar layak melayani di istana Babel.

Pasal 1:6-7 “menetapkan Daniel dan ketiga temannya, dan nama baru”. orang Israel yang di bawa ke Babel diantaranya adalah Daniel, Hananya, Misael dan Azarya dan sesampainya disana pemimpin istana tersebut menggantih nama mereka dengan nama babel, Daniel (Allah adalah hakimku)menjadi Beltsazar (Bel melindungi hidupku), Hananya (Tuhan pemurah) menjadi Sadrakh (hamba dewa matahari), Misael (siapa yang serupa Allah) menjadi Mesakh (siapa yang serupa dengan dewa bulan), dan Azarya (Tuhan adalah penolongku) menjadi Abednego (hamba nabu/ hamba terang).

Pada pasal 1:8-10 “kesetiaan Daniel dan ketiga temannya”. Pada waktu pemimpin istana menggantih nama mereka, Daniel hanya menerima hal tersebut, tapi ketika raja Nebukadnezar menetapkan pelabur buat mereka maka Daniel dan ketiga temannya molak hal tersebut karena makanan itu dianggap najis, Daniel dan ketiga temannya itu mendapat kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu. Terjadi negoisasi terhadap pemimpin pegawai istana itu, karena dia sangat takut kalau nantinya raja mengetahui dan melihat mereka berbeda dengan yang lain (kelihatan kurus dan kurang dari yang lainnya).

Pada psal 1:11-16 “uji coba makanan dan minuman”. lalu berkatalah Daniel kepada penjenang (pengawas/ mandor yang diangkat pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel dan ketiga temannya itu) agar mengadakan percobaan selama 10 hari dengan memakan sayur dan air untuk diminum, kemudian membandingkan mereka dengan yang memakan hidangan dari raja. Lalu penjenang itu mendengarkan Daniel dan melakukan apa yang dikatakan Daniel. Setelah lewat 10 hari terlihatlah perbedaan Daniel dan ketiga temannya itu dengan beberapa orang muda yang menyantap hidangan dari raja. Mereka lebih gemuk dan perawakan mereka lebih baik, setelah itu penjenang terus memberi mereka makan sayur. Pencobaan ini dilakukan agar Daniel dan ketiga temannya tidak menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman raja.

Pada pasal 1:17 “kebijaksanaan dan pengetahuan dari Allah” kesetiaan terhadap Tuhan menjadikan mereka menerima hikmat dan pengetahuan dari Tuhan. Usaha tidak pernah menghianati hasil, sehinggan Daniel dan ketiga temannya tetap setia kepada Tuhan. Tuhan melengkapi mereka dengan apa yang dibutuhkan Babel, dan melalui mereka bangsa Israel akan dibebaskan, dan melalui kesetiaan mereka kepada Tuhan Allah raja Babel pun melihat kemaha-kuasaan dan kebesan Allah yang mereka sembah.

 

  • REFLEKSI/ RENUNGAN
  1. Jangan takut jika menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, andalkan Tuhan, karna Tuhan mampu mengatasi segala persoalan.
  2. Banyak tantangan di dalam hidup ini yang membuat kita meninggalkan Tuhan, terkusus yang menjanjikan kenyamanan atau kenikmatan sesaat, maka jangan sesat tetap andalkan hikmat dari pada Tuhan supaya kita tidak menjauh dari ketetapan Tuhan.
  3. Tuhan tetap menolong kita dari setiap pergumulan hidup kita.
  4. Tuhan akan memberikan hikmat dan pengetahuanNya kepada orang yang tetap

setia pada perintah dan aturan Tuhan, dan kepada orang yang setia untuk

mengandalkan kuasa Tuhan dalam setiap kehidupan.

Amen.

Comments are closed
**