Menu
Categories
Bahan Renungan Remaja GKPS, 24 Mei 2026
19 Mei 2026 Bahan PA

PA REMAJA GKPS

Minggu Pentakosta I, 24 mei 2016

Nast    : Kisah Para rasul 13: 47-52

Tema   : Menjadi Terang

JANGAN MENYERAH

Pengantar

Pernahkah anda mengalami penolakan? jika pernah, bagaimana perasaan anda saat mengalami penolakan tersebut? Apakah anda mundur pelan-pelan, lalu kecewa, atau anda marah? Sikap yang muncul dari penolakan tersebut! Dan selanjutnya apakah sukacitamu hilang akibat dari tiondakan penolakan tersebut! Paulus dan Barnabas sebagai hamba Tuhan, dan sebagai orang yang percaya tidak patah arah untuk melayani, dan yang dilakukan mereka hanya mengibaskan debu dari kaki mereka, sebagai bentuk tanda protes bahwa orang-orang tersebut menolak injil, bukan menolak rasul. Dan mereka tidak marah atau kecewa sebagai responnya, melainkan mereka memahami bahwa apa yang mereka sampaikan tentang injil itu yang ditolak, tetapi ijil yang mereka bawa dan yang mereka pelihara tetap membuat mereka sukacita. Penolakan bukan memadamkan semangat mereka untuk memberitakan ijil, melainkan menambah kegigihan mereka untuk menjadi pemberita injil. Akan tetapi Barnabas dan Paulus sebagai rasul, semakin luar biasa sebagai pemberita injil. Salah satu buah pelayanan mereka yang dicatat Lukas, yaitu murid-murid di Antiokhia yang penuh sukacita dan penuh dengan Roh Kudus, serta jemaat Antiokhia tidak takut dan tidak bernyali kecil karena aniaya yang dialami mereka, dan mereka tidak kehilangan sukacita, melainkan kuat dan percaya bahwa Tuhan mengashi dan menolong mereka sekalipun mereka punya pergumulan. Apa yang membuat Rasul Paulus, Barnabas dan Jemaat Antiokhi seperti itu?

 

Isi Tulisan

Paulus berhasil mengerakkan dan membawa orang-orang yang mendengarkan pemberitaan firman yang di sampaikannya kepada pertobatan. Dan injil itu diterima orang-orang di Antiokhia, melalui karya Roh Kudus melalui khotbanya di Sinagoge. Tuhan memakai Paulus sehinga banyak orang Yahudi  maupun bangsa lain yang telah masuk agama yahudi menjadi percaya. Paulus dan Barnabas membimbing mereka untuk mengenal Tuhan dengan benar. Orang-orang yang mendengar khotbah Paulus tergerak dan mereka meminta supaya hari Sabat yang berikutbya Paulus bersedia untuk menyampaikan hal yang sama, untuk sekali lagi. Ini pertanda dampak khotbah Paulus. Dan di ayat 44, mengatakan bahwa seluruh kota datang ingin mendengar Paulus. Itu terlihat dari dari tempat ibadah Yahudi menjadi ramai dan dipenuhi orang. Tentu ini juga menarik perhatian orang-orang non-Yahudi, itu dibuktikan bahwa orang Yahudi, beragama Yahudi, dan orang-orang lain memenuhi Sinagoge tempat Paulus dan Barnabas membertikan injil.

Pemberitaan injil yang didampaikan oleh Paulus dan Barnabas ialah:

  1. Mereka di panggil menjadi Terang ayat 47

Yang menerima injil dan hidup dalam injil harus menjadi penerang atau pembawa terang kebenaran dan keselamatan kepada semua orang. Penerang atau pembawa Terang itu hidup didalam firman Tuhan, dan Firman yang di sampaikan harus bisa merasakan sukacita atau bergembira, dan memuliakan Tuhan, sebagai bentuk respon mereka serta tidakan mereka melakukan perbuatan perbuatan yang kekal yakni hidup benar sebagaimana seharusnya sebagai orang yang percaya.

  1. Penolakan akan selalu ada, tapi sukacita harus menyala semanagat memberita manjadi gigih ayat 50-51

Sekalipun banyak yang tertarik dan menerima injil, pasti akan selalu ada yang menolak injil, yaitu mereka yang iri dan mereka yang di pakai oleh si jahat untuk mengagalkan rencana kerajaan Allah. Dan sebagai pelayan Tuhan atau sebagai orang percaya akan selau mengalami rintangan dalam mempertahankan injil. Seperti Paulus dan Barnabas mengalami penganiayaan oleh hasutan yang dilakukan orang-orang Yahudi yang menolak injil. Akan tetapi Paulus dan barnabas tidak surut semangat, atau patah semangat melainkan semangkin gigih dalam memberitakan kebenaran injil. Dan sukacita mereka tidak berkurang akan penolakan dan penganiayaan tersebut. Melinkan mereka semakin melangka pergi ke Ikonium (kota penting di wilayah Romawi sekarang di Turki, dan pusat administrasi di wilayah Galatia, dan disana semakin lebih banyak yang lebih percaya).

  1. Hidup yang di penuhi Roh Kudus ayat 52

Murid-murid di penuhi dengan sukacita dan Roh Kudus, meskipun situasi sulit. Ini menunjukkan bahwa sukacita sejati berasal dari Tuhan, bukan dari situasi yang mendukung. Artinya sukacita orang percaya ada pada injil yang selalu hidup dan berdiam didalam hidupnya.

 

Refleksi/ Renungan

            Kita sebagai anak Remaja di panggil menjadi terang., di panggil untuk hidup berdampak positif, memancarkan kasih, kebenaran, dan perbuatan baik di tegah kegelapan dunia. Ini berarti meninggalkan prilaku negatif, (dendam, ketidakjujuran) dan hidup berintergritas, mencerminkan kasih Kristus agar sesama memuliakan Tuhan.

Menjadi terang sebagai berikut:

  1. Bercahaya di tengah kegelapan.

Terang harus mengalahkan kegelapan, artinya kita harus berani menolak cara-cara dunia yang buruk dan menegakkan kebenaran.

  1. Memiliki tindakan Kasih

Terang bersinar melalui perbuatan nyata, seperti perbuatan baik dalam setiap aktivitas.

  1. Mendekat pada sumber terang

Untuk bisa meneragi, kita harus dekat dengan Tuhan, sebagai sumber terang sejati.

  1. Bukan untuk diri sendiri

Menjadi terang berarti memberi terang bagi semua orang, seperti pelita yang menerangi ruang gelap, bukan sekedar untuk di lihat manusia.

Menjadi terang adalah keputusan aktif untuk membawa warna Tuhan ke dalam dunia melalui setiap aspek kehidupan. Agar kita sebagai anak remaja dapat menghadapi penolakan dan mengubahnya menjadi batu loncatan untuk semangat dan gigih dan tidak menyerah dalam hal apapun. Amen

Comments are closed
**