Menu
Categories
Buah Perayaan Ulang Tahun GKPS Tongging Diwujudkan dalam Kebersamaan Merenovasi Gereja
13 Juli 2026 BIRO ADMINISTRASI

PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID-Senin, 2 Februari 2026, GKPS Tongging Resort Tongging genap berusia 59 tahun. Sebagai wujud syukur dan terima kasih jemaat mengingat serta merasakan cara Tuhan memelihara dan memberkati kehidupan jemaat-Nya, pada Minggu, 12 Juli 2026, diadakanlah Pesta Ulang Tahun sekaligus Pesta Renovasi Gereja yang dilangsungkan di Wisma Adat Tongging, Desa Tongging, Kabupaten Karo.

Untuk manghosbashon horja malasni uhur ai (menanggungjawabi acara syukuran), baik perayaan ulang tahun dan pengumpulan dana renovasi gereja, Pimpinan Majelis Jemaat bersama Pengurus Resort membentuk Panitia Umum dan Panitia Pelaksana.

Pada hari perayaan tersebut, kurang lebih 300 warga jemaat hadir memadati lokasi perayaan, baik dari warga GKPS maupun warga gereja tetangga di Tongging dan sekitarnya. Selain warga jemaat turut hadir Panitia Umum yang diketuai Buha R. Munthe, S.H., M.H., Penasihat Panitia diantaranya Pdt. Dr. Edison Munthe yang merupakan Ephorus GKPS masa pelayanan 2000-2005, Salmon Sumihar Sagala, S.E. (anggota DPRD Sumatera Utara), Herty Sastra Munthe, S.E. (anggota DPRD Deli Serdang), Pimpinan Sinode GKPS (Sekjend) Pdt. Dr. Janhotner Saragih, Kepala SPI Pdt. Nolden Lingga, Praeses Distrik XI Pdt. Sanpendawati Purba, Kabag Tata Usaha Pdt. Indah V. Saragih, serta pendeta di Distrik XI dan juga para tamu undangan lainnya.

Mengawali sukacita perayaan ulang tahun, warga jemaat dan para tamu undangan beribadah Minggu bersama. Ibadah dipimpin oleh Sekjend GKPS sebagai pengkhotbah serta para pendeta yang hadir sebagai liturgis, pemimpin nyanyian, dan siboan galangan (boras tenger).

Sebelum menyampaikan khotbahnya, Sekjend mengingat awal mula percakapan tentang perlunya merenovasi gereja serta memugar akses jalan menuju gereja.

“Pada bulan Desember 2025 yang lalu, tepatnya saat saya melayani ke GKPS Tongging, ada percakapan yang menarik tentang bangunan gereja dan akses jalan menuju gereja. Apalagi mengingat GKPS Tongging yang berada di daerah pariwisata. Percakapan tersebut ternyata tidak hanya sekedar wacana. Hari ini menjadi wujud nyata dari kerinduan bersama tersebut,” terang mantan Kepala Departemen Pembinaan GKPS ini.

Dalam khotbahnya yang mengutip 3 Yohanes 1: 5-8, Pdt. Janhotner mengajak jemaat untuk melihat bagaimana perlunya jemaat saling memperhatikan dan memberi dukungan yang luar bisa untuk gereja, sebagaimana tokoh Gayus dalam nas tersebut.

“Kita tidak perlu takut kekurangan ketika mendukung pelayanan di gereja. Kita belajar dari Gayus yang terus mendukung pelayanan di tengah-tengah umat, bahkan Gayus sendiri merasa apa yang telah diberikannya tidaklah sebanding dengan yang Tuhan berikan dalam hidupnya. Kita harus percaya bahwa Tuhan akan selalu mencukupkan apa yang kita perlukan termasuk dalam pelayanan di tengah-tengah gereja”, ucap Pdt. Janhotner.

Sekjend menambahkan bahwa pertumbuhan iman dan gereja itu dimulai dari diri kita yang saling mendukung. Pada akhir khotbahnya, Sekjend mengarahkan seluruh warga jemaat agar senantiasa bersaksi dan berbuat kasih, serta saling mendukung sebagai wujud ungkapan syukur sebagai orang yang telah terlebih dahulu menerima berkat dan kasih dari Allah.

Setelah ibadah, Panitia Umum bersama dengan Panitia Pelaksana dan Pendeta Resort, serta Pdt. Mannes Purba (Kepala Departemen Persekutuan) memimpin acara pengumpulan dana melalui pemberian hiou pamonting.

Pada saat pengumpulan dana, ada satu pemandangan yang cukup menarik perhatian. Jemaat bersama dengan putra putri daerah cukup antusias mendukung penuh pesta renovasi gereja ini dengan ikut memberikan bantuan dana. Kebersamaan tersebut menambah keyakinan Panitia Pelaksana yang dipimpin Ketua Joni Aster Silalahi, Wakil Ketua St. Josmalin Purba, Sekretaris Nomensen Munthe, ST, Wakil Sekretaris Mimpin Munthe dan Bendahara St. Ganefo Girsang, bahwa dana yang dibutuhkan sebanyak 1,2 milliar akan Tuhan cukupkan.

Hingga berita ini dirilis, hasil sementara pesta yang terkumpul mencapai lebih kurang 400 juta rupiah. (hks/bgs)

Pewarta: Pdt. Indah Saragih

Foto: Wiranata Saragih

Comments are closed
**