
PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Minggu, 12 April 2026, menjadi hari bersejarah bagi warga jemaat GKPS Panei Tongah. Di hari tersebut, diadakan ibadah dan pesta dalam rangka pembangunan gedung gereja.
Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Panei Tongah menyampaikan alasan pembangunan tersebut merupakan upaya jemaat dalam rangka meningkatkan sarana peribadahan, serta pelayanan gerejawi, sejalan dengan panggilan GKPS sebagai gereja yang bertumbuh, mandiri, dan menjadi berkat bagi sesame.
Warga jemaat GKPS Panei Tongah sangat bersukacita melihat tingginya kepedulian seluruh warga se-Resort Panei Tongah, Distrik I, dan tamu undangan serta Pimpinan Sinode atas rencana pembangunan ini.

Ratusan jemaat turut hadir dalam ibadah dan pesta yang digelar pada Minggu (12/3/2026) siang, di lapangan SMP Negeri 1 Panei Tongah. Sukacita warga jemaat semakin lengkap dengan dukungan penuh dari Pimpinan Sinode GKPS, yang dihadiri Ephorus Pdt. John Christian Saragih, S.Th, M.Sc, Praeses GKPS Distrik I Pdt. Jhon Winsyah Saragih, M. Th, Kepala Departemen Pembinaan Pdt. Ariamsah Purba, M. Th, Pdt. Jan Riwando Purba, S. Th dari PPLMG GKPS, Pdt. Andre Yovandi Purba, S. Th, dan Pendeta GKPS Resort Panei Tongah Pdt. Yulianita Siska Sipayung, S. Th.
Sebelum ibadah dimulai, Pendeta Resort, Panitia Pembangunan, dan Pimpinan Majelis Jemaat (PMJ) mengajak Ephorus untuk melihat kondisi bangunan gereja yang akan di bangun. Panitia menunjukkan gambaran bangunan gereja yang akan dibangun. Tidak berhenti sampai disitu, panitia juga memohon dukungan dan doa dari Ephorus untuk keberlangsungan pembangunan GKPS Panei Tongah.

Setelah melihat keadaan bangunan gereja, para petugas ibadah berkumpul untuk berdoa bersama, dan berjalan menuju lokasi ibadah dan pesta, yang diikuti Pimpinan Sinode, Panitia, PMJ sa-Resort Panei Tongah, dan para pelayanan ibadah.
Dalam ibadah, Brigade Infateri Harajaon Marpitu Batu 20, Seksi Sekolah Minggu se-Resort, dan Seksi Inang se-Resort Panei Tongah turut mempersembahkan pujian.

Dalam Kkotbahnya, Ephorus mengajak semua umat agar hidup dengan kesadaran yang baru sebagai orang yang telah diselamatkan. Baru yang dimaksud adalah cara berpikir dan cara hidup yang berubah.

Disambung Ephorus, sebagai orang yang sudah diselamatkan, maka sebagai orang percaya harus bisa menjaga kekudusan, bukan hanya perbuatan-perbuatan yang tampak dalam kehidupan, namun juga meliputi hati.
“Paruhuran napansing ai, maningon do sarupa paniseini age bani ise pe. Orang yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus harus menunjukkan kasih yang sama kepada semua orang, tanpa pilah-pilih. Kasih itu harus dinyatakan kepada semua orang,” ajak Pdt. John Christian.
Ephorus mengingatkan bahwa standar hidup orang percaya bukan berasal dari dunia, tetapi dari Allah sendiri.
“Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup berbeda. Kekudusan bukan hanya soal menjauhi dosa, tetapi juga tentang hidup yang berkenan di hadapan Tuhan dalam setiap aspek pikiran, perkataan, dan tindakan. Menjadi kudus bukan berarti menjauh dari dunia, tetapi tetap hidup di dalamnya dengan nilai yang berbeda. Di tengah godaan, kompromi, dan tekanan, orang percaya dipanggil untuk tetap setia,” terang Ephorus.
Di akhir khotbahnya, Ephorus mengajak seluruh jemaat se-Resort Panei Tongah memaknai pesta pembangunan sebagai momentum mempererat kebersamaan antar jemaat, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan gereja. (hks/bgs)
Pewarta dan Foto: Rinaldi Edwart Purba