Prosesi petugas ibadah yang dipimpin oleh Ephorus GKPS, Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc., berjalan menuju Balai Bolon GKPS Teladan, pada Minggu (16/8/2026) sore. (Foto: Rinaldi Edwart Purba)
PEMATANGSIANTAR, GKPS.OR.ID – Rumah dinas Pendeta dan Penginjil merupakan faktor penting untuk mendukung pelayanan di tengah-tengah GKPS, termasuk di Resort Teladan Medan. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Pengurus Resort menetapkan program pengadaan rumah dinas yang diperuntukkan bagi pendeta fungsional. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Penggalangan Dana Marsiurupan yang mengusung tema “Harmoni Iman dan Budaya Simalungun.”
Acara penggalangan dana tersebut sukses digelar pada Minggu (16/8/2026) sore di Balai Harungguan GKPS Teladan Medan, Jl. Dr. G.M. Panggabean No. 7, Medan. Kegiatan ini berjalan lancar karena mendapat dukungan penuh dari seluruh warga jemaat GKPS Resort Teladan. Selain itu, suasana acara terasa semakin khidmat dengan kehadiran Pimpinan Sinode GKPS, Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc., beserta inang L. br. Sinaga. Turut hadir pula Praeses GKPS Distrik IV, Pdt. Erni Juliati Purba, M.Th., serta Pdt. Bonatua Sinaga bersama seluruh fulltimer GKPS Resort Teladan.

Sukacita warga jemaat yang berkumpul sore itu semakin lengkap dengan kehadiran perwakilan dari Pemerintah Provinsi. Gubernur Sumatera Utara turut mendukung acara ini yang diwakili oleh Dr. Agustinus Panjaitan, S.Si.T., M.T., selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Rangkaian acara ini diawali dengan ibadah bersama yang dilayani langsung oleh Ephorus GKPS serta para pendeta yang hadir. Saat ibadah berlangsung, Seksi Inang GKPS dari seluruh jemaat se-Resort Teladan Medan mempersembahkan pujian indah dari Buku Haleluya Nomor 406. Mereka tampil dengan penuh totalitas dan membawakan aransemen yang unik serta berbeda satu sama lain.

Dalam khotbahnya yang mengutip ayat 1 Korintus 3:9, Ephorus mengajak seluruh warga jemaat yang hadir untuk berkomitmen menjadi kawan sekerja Allah. Beliau menerangkan bahwa kata synergoi yang dipakai dalam Alkitab terjemahan Septuaginta bukan berarti Allah tidak mampu bekerja sendiri. Sebaliknya, kata itu merupakan bentuk komitmen setiap orang percaya yang meyakini bahwa hidup mereka berjalan beriringan bersama Allah.

Pada akhir khotbahnya, Ephorus menyimpulkan bahwa setiap orang percaya yang berjalan bersama Allah akan menunjukkan ketekunan dan keteladanan iman bagi banyak orang. Melalui iman yang nyata tersebut, mereka juga akan tergerak untuk memberikan yang terbaik demi mendukung pelayanan gereja-Nya.
Setelah ibadah selesai, Kepala BPSDM Sumut membacakan sambutan tertulis dari Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. Dalam pesan tersebut, Gubernur menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama untuk membangun Sumatera Utara. Kekuatan ini dapat terwujud melalui sikap saling menghormati, memahami, dan saling membantu antarwarga.

Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tema harmonisasi iman dan budaya yang diangkat dalam acara ini. Menurutnya, konsep tersebut mampu memperkuat kehidupan spiritual, kelestarian budaya, serta kepedulian sosial masyarakat. Semangat gotong royong ini dinilai sangat sejalan dengan nilai-nilai kemerdekaan yang mengutamakan persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
“Pembangunan akan menjadi lebih kuat ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama,” demikian petikan pesan penting yang disampaikan oleh Gubernur dalam sambutannya.
Melalui semangat Kolaborasi Sumut Berkah, Bobby Nasution mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Ajakan ini ditujukan kepada lembaga keagamaan, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga berbagai komunitas untuk bersinergi membangun Sumatera Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan.
Secara khusus, Gubernur berpesan kepada masyarakat Simalungun agar terus merawat warisan budaya dan memperkuat tali persaudaraan. Beliau berharap nilai-nilai keimanan selalu dijadikan sebagai sumber kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menutup sambutannya, ia berharap kegiatan penggalangan dana ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik gereja, tetapi juga mempererat persaudaraan dan gotong royong demi menjadikan Sumatera Utara sebagai rumah bersama yang aman bagi semua. (hks/bgs)
Pewarta: Rinaldi Edwart Purba