
Sai dingat Jesus Tuhanmin, sitaron na madorsa.
Bai hayu na marsilang in, mangkopkop ham pardousa;
Ai ham talup manaron in, na mangonai bai Jesus in,
sai puji malah Ia.
“Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu.”
Melalui nyanyian, Musa menyerukan semangat kebangkitan bagi Israel. Dalam masa peralihan dari bangsa yang mengembara di padang gurun menjadi bangsa yang menetap di Tanah Kanaan, Musa berkepentingan untuk memberi peringatan dan pesan khusus kepada Israel. Penguatan utama yang hendak disampaikan Musa adalah supaya mereka tetap berpegang teguh pada perintah, “Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Kemudian Musa juga memaparkan kepada mereka kehidupan dan kematian, kemakmuran dan kesulitan. Musa meminta mereka untuk memilih jalan yang menuntun kepada kehidupan. Ia sangat mendorong mereka untuk memilih hidup – dengan mengasihi Tuhan Allah mereka dengan segenap hati dan jiwa mereka daripada bersekutu dengan ilah-ilah lain yang senantiasa menggoda dan mempengaruhi mereka.
Kemudian secara khusus, Musa juga mengajarkan mereka untuk bernyanyi, “Ingatlah akan hari-hari yang lampau, tanyakanlah kepada nenek moyangmu, dan mereka akan memberi tahu kamu.” Pesan yang hendak disampaikan seperti yang tertulis dalam ayat harian ini adalah supaya Israel jangan pernah lupa dan jangan pernah menganggap remeh Tuhan. Ketika bangsa Israel dengan seksama melihat perjalanan hidup mereka di masa lalu, maka mereka akan mengingat bahwa Tuhan telah melakukan perkara-perkara besar. Tuhan Allah melalui Musa juga berpesan bahwa setiap generasi demi generasi harus melihat rangkaian perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib yang berisi keselamatan dan pemilihan Tuhan yang terus-menerus sambung-menyambung sebagai bukti tentang kesetiaan Tuhan pada janji dan Firman-Nya.
Dari ayat harian ini dan belajar dari cara Musa menyampaikan pesan rohani, kita diingatkan untuk selalu mensyukuri karya dan berkat Tuhan yang telah kita alami. Para penduhulu, orang tua, gereja dan persekutuan kita juga adalah bagian dari rencana dan karya Allah yang menjadikan kita dapat menikmati dan bersyukur kepada Tuhan seperti apa adanya kita sekarang. Oleh karena itu, mari mempersiapkan diri untuk lebih banyak mengingat dan mensyukuri karya perbuatan Tuhan bagi kita, sehingga kelak kita juga dapat membagikan warisan iman tentang Tuhan Yesus Kristus yang berkarya hebat bagi kita. Dari zaman dahulu kala, dari segala keadaan dan kesulitan yang pernah kita alami, ternyata benar bahwa penyertaan dan kuasa Tuhan sungguh nyata untuk memberkati dan memberi perlindungan dan pertolongan bagi kita. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS