
“Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.”
Untuk menjelaskan supaya sesama jemaat di Korintus berhenti menghakimi, maka Paulus menjelaskan pentingnya pengendalian diri. Pengendalian diri itu datang dari pengenalan identitas diri di hadapan Tuhan dan jabatan pelayan yang diberikan Tuhan kepada masing-masing orang. Paulus menyatakan dirinya sebagai hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Oleh karena itu, pengendalian diri Paulus diungkapkan dalam 1 Korintus 4:3, “Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi.” Paulus menyadari bahwa hak untuk menghakimi tidak ada pada dirinya, sekalipun untuk menghakimi dirinya sendiri. Pengendalian diri itu kemudian menjadi panggilan yang kuat dalam dirinya dengan menghidupi panggilan pelayanan dengan tulus dan setia kepada Tuhan dalam keadaan apapun. Tanggung jawab pelayanan itulah yang diperlihatkan dengan berbagai cara sesuai dengan kreativitas dan kapasitasnya sebagai pelayan. Paulus mengungkapkan keyakinannya pada kesetiaannya sendiri kepada Allah sebagai seorang pekerja demi Injil. Keyakinan seperti itu membuatnya relatif kebal terhadap serangan pribadi jemaat Korintus, tetapi itu tidak membuatnya menganggap hak prerogatif Allah untuk menghakiminya. Paulus hanya menerima penghakiman Allah.
Dengan keyakinan tersebut, maka Paulus memberitakan lewat ayat harian ini bahwa orang Kristen tidak menjadi milik mereka sendiri, tetapi adalah hamba Kristus dan Injil. Pelayanan yang dilakukan oleh umat Allah berasal dari kesetiaan mereka kepada Allah dan dinilai justru sebagai perpanjangan dari kesetiaan. Hanya Allah yang berwenang untuk menilai integritas kesetiaan seseorang. Membeda-bedakan dan memberikan penilaian tentang kesetiaan, kedewasaan, penghargaan yang layak diterima, atau hal lain dari sesama umat bukanlah hal yang boleh dilakukan jemaat Korintus. Ketika orang terlibat dalam perang penghakiman, beberapa orang akhirnya akan dihakimi dan direndahkan. Penghakiman Allah adalah tentang menyingkapkan kebenaran, memancarkan terang yang menegakkan keadilan bagi mereka yang akan ditemukan setia, tidak peduli seberapa besar tingkat kesetiaan itu. Amin.
Hosianna! Roh ma Ham, das hubagas uhurnami.
Na mangalo-alo Ham, alo Jesus Tuhannami!
Malas uhurnami in, anggo masuk Ham hujin.
Departemen Persekutuan GKPS