
Riap ma hita sauhur martangkap tangan, ibagas damei na humbai Tuhan in.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintonganNin.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintonganNin.
“Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!”
Suasana yang sama juga pernah terjadi kepada umat Israel ketika mereka kembali dari pembuangan Babel. Yesaya 55 muncul di akhir dari apa yang disebut “Kitab Penghiburan” (Yesaya 40-55), yang diyakini ditujukan kepada orang-orang buangan yang kembali dari Babel. Tuhan yang maha mengetahui tentang keadaan umat Israel yang masih lemah dan kehilangan pengahrapan, memberi penguatan dan keyakinan baru kepada Israel. Ayat harian ini memberi harapan baru kepada umat Israel. Ada seruan dari Tuhan, melalui nabi Yesaya, bahwa kepada mereka yang tidak memiliki uang untuk membeli roti dan kebutuhan hidup sehari-hari, maka Tuhan memberi jaminan. Meskipun Raja Koresh dan kekaisaran Persia mengizinkan mereka untuk kembali, itu bukanlah masa yang makmur. Kota itu belum dibangun kembali sejak dihancurkan oleh orang Babel. Struktur sosial dan ekonomi lemah, dan ada perebutan tanah yang paling diinginkan antara orang-orang yang kembali dan mereka yang telah berada di tanah itu pada saat itu. Kemudian, pada abad kelima, Nehemia melaporkan bahwa keluarga petani biasa harus meminjam uang dan gandum untuk membayar pajak mereka, dan bahkan menjual anak-anak mereka untuk dijadikan budak utang (Nehemia 5:1-12). Dengan demikian ayat harian ini bebar-benar merupakan undangan yang membahagiakan bagi Israel. Undangan untuk makan dan minum tanpa membayar akan menjadi sesuatu yang baik dan sangat disambut baik.
Tentu, janji Tuhan yang sedemikian masih terjadi dan akan terus terjadi dalam kehidupan kita. Pertolongan Tuhan adalah pertolongan yang tepat dan selalu sesuai dengan janji Tuhan kepada umat-Nya. Dalam Matius 11:28, Tuhan Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Tuhan adalah tempat di mana kita akan menemukan kebutuhan utama kita. Bahkan di dalan Tuhan kita menemukan semua yang kita butuhkan, ketika kita hidup selalu sesuai dengan kehendak dan janji Tuhan kepada kita. Dalam Amsal 9:5-6 juga disebutkan, “Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.” Dengan demikian, kita diingatkan tentang indahnya hidup bersama Tuhan dengan mengikuti segala ketetapan dan kehendak Tuhan. Ayo, hai semua orang, tetaplah hidup di dalam terang Tuhan. Amin.
Bere Ham bah hagoluhan na pamalum uhurhon.
Ham mardalan i lobeihu rapkon tiang hombun in.
Ham Jesusku, Ham Tuhanku, Ham na gabe gantarhin,
Ham ma haluahonkin.
Departemen Persekutuan GKPS