
Bai pardalanankin bod ari in, ‘ge bai na golap in pos uhurhin.
Sanggah mardalan au ulang tadingkon au, ase dohor Bamu, dohor Bamu.
“Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: ”Sampai di sini Tuhan menolong kita.””
Ketika perbuatan TUHAN yang nyata terjadi kepada umat Israel, maka Samuel melakukan sesuatu untuk memperingati kemenangan dan pembebasan dari TUHAN. Dalam ayat harian ini Samuel memberi sebuah kesaksian besar tentang karya TUHAN tersebut. Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya di antara Mizpa dan Yesana, lalu menamainya Eben-Haezer, katanya, “Sampai di sini TUHAN telah menolong kita.” Tentu pernyataan ini adalah sebuah kesaksian yang indah untuk bangsa Israel. Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel, banyak dicatat tentang pertempuran dan perlawanan dari bangsa Filistin terhadap Israel. Dan sekali ini kemenangan dari TUHAN harus mendapat tempat tersendiri dalam iman percaya Israel. Kata Eben Haezer adalah kata yang artinya: batu pertolongan. Tentu dengan susah payah Samuel meletakkan batu tersebut di tengah suasana peperangan yang masih melanda. Ketika batu itu telah diletakkan maka Samuel memanggil umat Israel dan memberi kesaksian: “Sampai di sini TUHAN telah menolong kita.”
Tentu pada saat itu kata ini disampaikan oleh Samuel dengan rasa syukur kepada TUHAN. TUHAN telah menyelamatkan Israel di masa lalu dan sampai pada saat ini. Tentu keyakinan yang hendak dibangun oleh Samuel kepada Israel adalah bahwa TUHAN pasti akan terus menolong dan memberikan kemenangan kepada Israel. Dengan demikian, Samuel juga sedang memberi kesaksian tentang perlunya iman yang kokoh kepada TUHAN di masa-masa yang akan dilewati oleh umat Israel.
Tentu, hal yang sama juga terjadi bagi kita pada saat ini. Telah begitu banyak pertolongan TUHAN yang nyata dalam hidup kita. Kehidupan sebagai keluarga, umat TUHAN, bangsa dan sebagai persekutuan umat percaya tentu telah juga kita rasakan dan alami pertolongan TUHAN. Ayat harian ini mengingatkan kita untuk menjadikan momen pertolongan TUHAN sebagai ingatan yang menguatkan dan memberi pengharapan kepada kita ketika menghadapi berbagai tantangan, kesulitan dan pergumulan yang berat dalam hidup kita. Seperti sebuah perjalanan mendaki bukit, yang di antara perjalanan tersebut terdapat tempat untuk berhenti dan beristirahat, maka di tempat perhentian tersebut kita menaikkan doa dan ucapan syukur yang sama kepada TUHAN, “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” Betul, bahwa perjalanan masih jauh dan kelihatan berat atau mungkin kita kekurangan tenaga dan daya untuk melaluinya. Tetapi dengan ungkapan Eben Haezer, maka kita percaya bahwa akan ada pertolongan TUHAN yang pasti akan terjadi tepat pada waktunya. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS