
Tonduy Na Pansing, bere Ham bannami on.
Sai useihon Ham bai uhurnami ‘se sintong.
Ase dong pargogoh manlawan, kuasa ni dunia na bajan
Ondos ma Tuhan, hanai on nuan, ‘se torsa sadokah goluh on.
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Seperti umat Israel yang juga pernah mengalami pencobaan (1 Kor. 10:6), jemaat di Korintus juga mengalami pencobaan melalui penyembahan berhala (ayat 7), percabulan (ayat 8), mencobai Tuhan (ayat 9) dan bersungut-sungut (ayat 10). Melalui peringatan ini rasul Paulus ingin mengatakan bahwa jemaat Kristen di Korintus hidup bukan hanya dengan orang kudus, sehingga tanpa pencobaan. Peristiwa seperti yang dialami oleh nenek moyang mereka bisa saja terjadi dalam kehidupan beriman mereka kepada Kristus. Oleh karena itu, mereka harus mempunyai prinsip dalam menghadapi pencobaan tersebut.
Dalam ayat harian ini Paulus menjelaskan bahwa pencobaan itu adalah pencobaan biasa. Dikatakan biasa bukan karena kita adalah kuat. Bukan juga karena ada kekuatan manusiawi kita menangkal segala pencobaan. Tetapi pencobaan itu menjadi biasa ketika saat mengalami pencobaan itu kita tetap hidup di dalam Kristus. Misalnya ketika godaan melakukan dosa datang dan menggoda kita, maka kita akan mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Yesus; maka godaan dan keinginan melakukan dosa itu akan menjadi menjijikkan bagi kita dan urung kita lakukan serta pikirkan. Dengan prinsip lain, ketika pergumulan yang berat datang dan sedang ada, maka lihatlah dan pandanglah kepada Dia yang telah disalibkan. Dia yang dihancurkan di atas salib merupakan petunjuk nyata dari dosa yang sangat serius.
Hanya Dialah yang menjadikan dosa tidak berdaya melalui kematian-Nya. Hanya ketika kita menyangkal diri dan memikul salib kita maka kita juga dapat mengaminkan ayat ini. Demikianlah kekuatan Tuhan itu terjadi bagi kita. Hanya bersama Yesus kita dapat menemukan jalan keluar dari semua pencobaan itu. Dan pada waktu yang sama itulah jalan keluar nyata dan kita menemukan bahwa kita kuat dan dapat menanggung segala pencobaan. Selamat menemukan jalan keluar dari pergumulan bersama Tuhan dan menemukan kekuatan baru bersama Yesus. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS