
Ganupan par-Sion-Mu do mangolobkon Ham.
Sonin homa uhurhu lao mangayaki Ham.
Na megah do uhurhu mamuji Goran-Mu.
Bujur sura-surangku pasaudkon rosuh-Mu.
“Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus.”
Mazmur 66 ini adalah sebuah mazmur pujian kepada Allah di Sion (ayat 1), yang berlanjut hingga ayat 5. Dalam mengungkapkan pujian kepada Allah, diperlihatkan tentang alasan dari pemazmur sehingga memuji Allah. Diungkapkan tentang doanya yang dijawab oleh Tuhan (ayat 2-3), dosa-dosanya yang diampuni (ayat 4), dan berkat karena tinggal bersama Allah (ayat 4). Kemudian diungkapkan juga secara singkat tentang tindakan penyelamatan Allah yang dahsyat, yang menjangkau seluruh ujung-ujung bumi.
Ucapan syukur dan sukacita itu mereka alamatkan kepada Allah di Sion (ayat 1) yang secara langsung juga merujuk kepada pegunungan di Yerusalem dan lebih khusus lagi kepada Bait Suci di Yerusalem. Hal ini menandakan adanya kehadiran Allah yang sangat khusus mereka rasakan dan alami dalam kehidupan mereka. Cara Allah yang penuh dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat menjadi alasan dan kesaksian mereka tentang Tuhan.
Sebagai bukti dari kehadiran dan perbuatan Allah yang dahsyat tersebut maka dalam ayat harian ini mereka memberi kesaksian tentang betapa bahagianya umat Tuhan yang berada dekat kepada Allah. Sebagai umat pilihan Allah, mereka bersaksi bahwa ada berkat khusus yang telah mereka rasakan ketika mereka “mendekat” kepada Allah. Mereka merasakan kedekatan kepada Allah itu seperti berada dalam pelataran Tuhan. Tentu ketika ayat harian ini mengungkapkan tentang pelataran Tuhan, maka hal itu mengandung kekudusan dan keagungan Tuhan. Itu berarti mereka menunjukkan bahwa mereka juga sudah hidup dalam kekudusan dan keagungan dari Tuhan.
Bentuk lain yang mereka rasakan sebagai berkat dalam kedekatan dengan Tuhan adalah mereka menjadi kenyang dengan segala kebaikan Tuhan. Kenyang yang dimaksud tentu bukanlah sekedar kenyang secara jasmani, tetapi jasmani dan rohani yang selalu mengalami kepenuhan dari Tuhan. Segala yang baik dari Tuhan adalah sebagai ungkapan tentang hidup yang selalu bersesuaian dengan kehendak Tuhan.
Dalam memaknai suasana adven pada saat ini, ayat harian ini memberi renungan bagi kita untuk mengalami suasana dekat dan diam dalam pelataran Tuhan. Ketika Tuhan sudah mempersiapkan kediaman dan pelataran-Nya kepada kita melalui mezbah keluarga dan gereja, maka kita dapat mengisinya dengan persekutuan yang saling mendekat kepada Allah. Ketika ada halangan untuk saling mendekat dan membuat kita “berjauhan” karena berbagai persoalan, maka ayat harian ini memberi pesan bahwa yang terbaik adalah menjauhkan segala rintangan dan perasaan jauh tersebut. Biarlah kita dikenyangkan dengan segala kebaikan Tuhan yang sungguh nyata dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Tuhan akan senantiasa memberikan dan menghadirkan kebaikan itu ke dalam hidup kita. Oleh karena itu marilah kita menyambutnya dengan sukacita dan hati yang terbuka. Salam Minggu adven. Amin.
Ganupan na marsangap na i dunia on.
Tuhanta lobih sangap bai hasiangan on.
Tangihon Hata in sai ulang be pahengkeng.
Sai tong parimbagaskon ibagas uhurmin.
Departemen Persekutuan GKPS