
“Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.”
Jemaat Tuhan,
hal itu juga yang disampaikan dalam renungan harian kita ini. Penulis kitab Amsal (Salomo) mencoba membandingkan dua hal yang kontras, antara kehidupan yang benar dan hidup yang jahat. Ayat ini secara khusus membahas nilai kekayaan dan kebenaran dalam perspektif kehidupan di bawah hukum moral Allah. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna. “Harta benda” merujuk pada kekayaan atau benda material yang diperoleh seseorang. Kekayaan seringkali menjadi lambang status sosial, keamanan, dan kesuksesan dalam kehidupan duniawi. Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh harta benda, dan salah satunya adalah dengan cara kefasikan. Kata “kefasikan” mengacu pada tindakan yang jahat, tidak bermoral, atau bertentangan dengan hukum Allah. Kefasikan bisa berarti penipuan, pencurian, dan tindakan apa pun yang melawan kebenaran, seperti keterlibatan dalam kejahatan, penipuan, atau tindakan yang tidak etis. Dan harta benda yang didapat dengan cara demikian adalah tidak berguna. Meski seseorang mungkin tampak makmur dengan kekayaan yang diperoleh melalui kefasikan, pada akhirnya kekayaan tersebut tidak akan memberikan manfaat sejati, dan akhirnya membawa kehancuran, baik dalam bentuk konsekuensi sosial maupun rohani. Tetapi Salomo menekankan hal yang kontradiktif dari itu, yaitu pada bagian kedua dituliskan: Kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
Jemaat Tuhan,
kebenaran dalam Alkitab sering merujuk pada hidup yang sesuai dengan hukum dan kehendak Allah. Ini mencakup integritas, kejujuran, moralitas, dan kesetiaan kepada ajaran-ajaran Tuhan. Dan bila seseorang hidup dalam kebenaran, maka itu akan menyelamatkannya dari maut. Artinya bahwa hidup dalam kebenaran menyelamatkan seseorang dari konsekuensi buruk yang datang dari dosa dan kejahatan, baik itu kehancuran fisik, moral, atau spiritual. Kebenaran mengundang berkat dan perlindungan dari Allah, karena Allah berpihak dan melindungi orang-orang yang hidup dalam kebenaran. Dan ketika Allah berpihak kepada orang yang melakukan kebenaran, maka ia akan terselamatkan dari maut (tidak hanya merujuk pada kematian fisik, tetapi juga kematian rohani, yaitu keterpisahan dari Allah). Seseorang yang hidup dalam kebenaran memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, dan ini membawa perlindungan dari maut rohani serta jaminan keselamatan kekal.
Jemaat Tuhan,
nas ini mengajak kita untuk berlaku benar dan jujur dalam kehidupan kita, karena ketika kita berada dalam sikap yang seperti itu, maka kita akan memperoleh kehidupan kekal yang dipersiapkan oleh Allah. Bolehkah memiliki harta benda? Boleh, hanya yang perlu kita kritisi adalah bagaimana kita memperoleh harta benda tersebut. Pastikan bukan dengan kefasikan, tetapi dengan dan dalam kebenaran, sehingga kita selamat. Amin.
Sihol bam ale tonduyhu, arta na sasada in?
Seng tarbaen in pindahanmu, anggo lang i babou in;
Ijin i siamun ni Tuhan Jahowa do hundul Anak-Ni, na dob gabe jolma.
Ai Ia do rupei na gok jenges-Nin sai in ma pindahi da, o tonduyhin!
Departemen Persekutuan GKPS