
Pingkiranku ‘pa horjangku sai pasangap Ham ma in.
Puho barang modom ahu, Ham tongtong i lambungkin.
Laho luar masuk pe, Ham hasomankin use.
“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”
Jemaat Tuhan,
bahwa orang percaya dibenarkan oleh iman dan memiliki damai sejahtera dengan Allah melalui Yesus Kristus. Meskipun orang percaya juga hidup dalam penderitaan, namun penderitaan dapat menghasilkan ketekunan, dan juga menghasilkan pengharapan. Pengharapan ini tidak akan mengecewakan karena kasih Allah yang telah dicurahkan dalam hati umat percaya melalui Roh Kudus. Tentu ayat ini adalah pengingat bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segala sesuatu, tetapi bagian dari proses yang mengarah pada pengharapan yang lebih besar dalam Kristus. Bahwa kasih Allah yang dinyatakan melalui Roh Kudus memberi pengharapan yang teguh, meskipun mereka berada dalam situasi yang penuh dengan tantangan dan penderitaan. Pengharapan yang bukanlah harapan yang rapuh, seperti harapan duniawi yang dapat hancur oleh kenyataan, tetapi yang kokoh karena didasarkan pada janji Allah yang tidak terlepas dari kasih Allah yang telah dicurahkan pada umat-Nya, kasih yang nyata dan aktif dalam kehidupan kita. Kasih itu dicurahkan kepada kita melalui Roh Kudus yang tinggal dalam hati setiap orang percaya, yang menguatkan, memberikan penghiburan, dan menjamin kita akan kasih Allah yang tidak berubah. Paulus juga menekankan bahwa Roh Kudus tidak hanya memberi kita pengharapan dalam saat-saat sukacita, tetapi juga dalam penderitaan. Ketika kita menghadapi pencobaan atau kesulitan, kita tidak sendirian, karena Roh Kudus ada untuk menguatkan kita, mengingatkan kita bahwa kasih Allah tetap ada, dan mengarahkan hati kita kembali kepada pengharapan yang tidak akan mengecewakan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
kita baru saja melewati tahun 2024, dan melangkah pada hari kedua di tahun 2025 ini. Sepanjang tahun 2024, seringkali kita menemui hal yang tidak sesuai dengan harapan. Ada banyak mimpi yang tidak terwujud, perjuangan yang tampaknya sia-sia, dan saat-saat ketika kita merasa putus asa. Namun nas ini memberikan satu janji yang luar biasa dari Tuhan, “Pengharapan tidak mengecewakan.” Ini adalah sebuah pengharapan yang lebih dari sekadar impian atau harapan duniawi; pengharapan yang berasal dari kasih Allah yang telah dicurahkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus. Pengharapan ini tidak akan pernah mengecewakan kita, karena dasar dari pengharapan itu adalah kasih Allah yang sempurna dan tidak terbatas. Maka, saat kita melangkah pada tahun 2025 ini, melangkahlah bersama dengan Kristus yang menjadi sumber pengharapan kita, karena dengan-Nya maka kita akan berjalan dalam indahnya hidup. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS