
Riap ma hita sauhur martangkap tangan, ibagas damei na humbai Tuhan in.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintongan-Nin.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan, hataridahan ni hasintongan-Nin.
“Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.”
Jemaat Tuhan,
Allah menyebutkan kepada bangsa-Nya melalui Musa dan juga kepada kita pada saat ini, bahwa hal yang semestinya ada dan dihidupi oleh umat percaya agar ia mampu hidup dengan mangasihi adalah dengan menolak dendam dan kebencian. Perintah untuk tidak membalas dendam dan tidak menyimpan amarah mencerminkan etika moral yang tinggi. Ini mengajarkan bahwa tindakan balas dendam hanya akan memperburuk keadaan dan merusak hubungan. Tuhan mengajak umat-Nya untuk melepaskan perasaan negatif dan memilih kasih. Lalu untuk mampu menolak dendam dan kebencian, maka dibutuhkan kepiawaian dalam mengelola emosi. Bahwa mengelola kemarahan juga emosi dan tidak membalas dendam dalam segala situasi atau bahkan ketika kita diperhadapkan dengan situasi konflik, akan menolong kita untuk membangun komunitas dengan harmoni. Mengapa hal ini mendapat penekanan? Karena manusia sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain, dan hidup dalam sebuah komunitas, sehingga unsur kasih itu menjadi landasan dibangunnya harmoni dalam komunitas itu. Dengan melarang balas dendam dan mendorong kasih, Tuhan ingin menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Sikap itu juga masih tetap relevan sampai saat ini, karena sejatinya sikap itu akan mendorong hubungan yang sehat dan penuh kasih dalam komunitas, baik di gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Jemaat Tuhan,
nas hari ini mengingatkan kita bahwa kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya kata-kata. Kita diajarkan untuk hidup dalam kasih, mengutamakan hubungan baik dengan sesama, dan meneladani karakter Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Kalimat, “Akulah Tuhan,” mengingatkan bahwa perintah ini bukan hanya sebuah saran, tetapi perintah ilahi. Ini menunjukkan bahwa kasih dan pengampunan adalah inti dari karakter Tuhan sendiri. Tuhan menginginkan umat-Nya hidup dalam komunitas yang saling mendukung, di mana kasih dan pengertian mengatasi kebencian dan konflik. Mengasihi sesama mencakup tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, serta mengingat bahwa kita semua diciptakan dalam gambar Tuhan, sehingga setiap ciptaan itu tinggal dan hidup dalam komunitas yang harmonis yang selalu dibungkus dengan kasih. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS