
Halani buei ni dousangku, sai hona uhum au tama;
Hape roh Jesus ipadomu au use pakon Naibata.
Madurus do daroh-Ni in, mambahen pardomuan in, mambahen pardomuan in.
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”
Kedua, mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran. Tujuan dari pengorbanan Yesus bukan hanya untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa, tetapi juga untuk membawa kita kepada kehidupan baru yang penuh kebenaran. Frasa “mati terhadap dosa” berarti bahwa melalui kematian Yesus, tercipta era baru dalam kehidupan manusia, dengan meninggalkan dosa dan hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran artinya kita mencerminkan kasih, kekudusan, dan kebenaran Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, penyembuhan melalui bilur-Nya. Frasa “oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” mengacu pada penderitaan fisik yang dialami Yesus demi kita. Penderitaan ini bukan hanya untuk penyembuhan fisik, tetapi untuk penyembuhan spiritual. Kita disembuhkan dari dosa melalui pengorbanan Kristus.
Jemaat Tuhan,
lalu yang menjadi perenungan bagi kita ketika membaca dan merenungkan ayat harian ini adalah bahwa pengorbanan Kristus bukanlah sekedar peristiwa historis, melainkan inti dari kisah kasih Allah kepada kita. Pengorbanan Kristus di kayu salib adalah anugerah terbesar yang diberikan kepada umat manusia. Melalui kematian-Nya, kita diselamatkan dari dosa, dan dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, disembuhkan dari segala luka rohani dan fisik kita. Tanpa salib, tidak ada keselamatan, karena pengorbanan Tuhan Yesus adalah sebuah bukti kasih yang tidak terukur oleh apapun, dan semua itu adalah merupakan kasih karunia-Nya semata. Selayaknya umat percaya merespons pengorbanan itu dengan sikap dan perilaku dalam kesehariannya, dengan cara meninggalkan hidup yang penuh dengan dosa, untuk menuju kepada hidup baru, yang sesuai dengan kehendak hati Tuhan yang telah menebus kita. Hidup yang selalu mengikuti firman-Nya dan mengandalkan Roh Kudus untuk memberi kita kekuatan melawan dosa dan hidup benar di hadapan Allah. Maka mari kita respons pengorbanan itu dengan hidup yang benar di hadapan Tuhan, meninggalkan dosa, dan berjalan dalam kekudusan. Salib-Nya adalah sumber pengampunan dan pemulihan bagi kita semua, maka datanglah kepada-Nya, sehingga kita memperoleh keselamatan. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS