
Bere Ham bannami damei ari-ari.
Sai pasaor ma Tonduy-Mu bai na humpul on ganup.
“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”
Jemaat Tuhan,
nas ini adalah peringatan Yesus mengenai pentingnya kewaspadaan spiritual bagi umat percaya. Yesus menekankan kepada para pengikut-Nya agar tidak teralihkan oleh kesenangan dunia atau hal-hal yang bersifat sementara. Sebuah peringatan agar orang percaya tidak terjebak dalam kesenangan duniawi yang bisa mengalihkan perhatian mereka dari kedatangan Tuhan. Pesta pora, kemabukan, dan kepentingan duniawi adalah gambaran dari segala sesuatu yang bisa membuat hati menjadi terikat pada dunia ini dan melupakan kehidupan yang kekal. Yesus ingin agar para pengikut-Nya hidup dengan kesadaran penuh tentang apa yang akan datang, sehingga mereka tidak boleh terlalu terikat dengan hal-hal duniawi yang sementara dan harus selalu siap menyambut kedatangan-Nya, meskipun itu bisa terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga. Ada beberapa kata yang patut untuk kita perhatikan dalam nas kita hari ini, yaitu: waspada terhadap godaan duniawi yang mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam kehidupan duniawi yang penuh dengan kesenangan sesaat, seperti pesta pora (perayaan yang berlebihan), kemabukan (alkohol, hal-hal yang merusak kesadaran), dan perhatian berlebihan pada urusan duniawi (karir, harta, atau kenyamanan hidup). Hal-hal ini akan membuat hati kita menjadi “berat,” pada hal-hal yang sementara. Lalu Hari Tuhan yang tidak terduga, ketika kita terlalu sibuk dengan urusan dunia, kita bisa saja lengah dan tidak siap menyambut kedatangan-Nya. Maka perlu menghidupi kewaspadaan spiritual dengan menjaga hubungan secara intens dengan Tuhan karena tujuan utama hidup kita, yaitu hidup untuk Tuhan dan menantikan kedatangan-Nya.
Jemaat Tuhan,
jika nas kita hari ini adalah sebuah peringatan tentang pentingnya berjaga-jaga, hidup dengan kewaspadaan rohani, dan menjaga fokus pada kedatangan Kerajaan Allah, maka kita harus mengutamakan hidup dalam persiapan untuk bertemu dengan-Nya, karena kehidupan bersama dengan Yesus itulah yang bersifat kekal. Lalu apa yang semestinya kita lakukan? Hidup dengan tetap menjaga eksistensi kita sebagai umat percaya dengan tetap melakukan kehendak-Nya, dan menjadikan-Nya sebagai prioritas dalam hidup kita. Hidup yang penuh dengan kemewahan, kenikmatan sesaat, atau kesibukan yang berlebihan dapat menghalangi kita untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting, seperti hubungan dengan Tuhan, pelayanan, dan pertumbuhan rohani. Bertahan dalam segala godaan yang mungkin setiap saat datang dalam mengganggu iman kita kepada-Nya, sehingga akhirnya ketika hari itu datang, maka akan menjadi pemenang dan menikmati kekekalan itu. Amin.
Sai songon hayu dear ho ramos parbuahniin.
Bulung ni pe tabun homa usihi ma sonin.
Departemen Persekutuan GKPS