
“janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan.”
Jemaat Tuhan,
melalui nas ini, Yesaya menyampaikan sebuah penguatan yang diharapkan dapat meneguhkan hati umat Israel pada saat itu, dengan penekanan bahwa seyogianya mereka tidak perlu takut, karena Allah menjanjikan kehadiran-Nya di tengah-tengah kesulitan. Kehadiran Allah adalah sumber keberanian dan ketenangan bagi umat-Nya. Tentu ini menjawab persoalan perasaan bimbang karena firman ini menekankan bahwa ketika kita merasa ragu atau kehilangan arah, Allah mengingatkan bahwa Ia adalah Tuhan yang setia dan berdaulat. Allah memberi kekuatan kepada mereka yang lemah, karena kehadiran-Nya sebagai sumber pertolongan dalam setiap keadaan. Lalu jaminan apa yang diberikan oleh Tuhan Allah kepada umat-Nya? Bahwa Allah dengan tangan kanan-Nya akan memegang umat-Nya. Tangan kanan Allah melambangkan kekuatan, otoritas, dan kemenangan, dan saat Allah memegang umat-Nya dengan tangan kanan, maka itu juga merupakan sebuah jaminan bahwa umat Allah tidak akan dibiarkan sendiri, karena Ia memegang mereka erat-erat. Allah menjanjikan kehadiran-Nya di tengah-tengah kesulitan. Kehadiran Allah adalah sumber keberanian dan ketenangan bagi umat-Nya. Saat umat-Nya merasa ragu atau kehilangan arah, Allah mengingatkan bahwa Ia adalah Tuhan yang setia dan berdaulat, dan Allah akan memberi kekuatan kepada mereka yang lemah. Ia hadir sebagai sumber pertolongan dalam setiap keadaan.
Jemaat Tuhan,
hari ini banyak orang hidup dalam ketakutan karena ketidakpastian. Namun, janji Allah untuk menyertai kita memberikan rasa aman. Ketika kita menghadapi tantangan, kita sering kali ragu pada kemampuan kita. Tetapi Allah mengingatkan bahwa Ia adalah kekuatan kita. Ketika kita merasa lemah atau gagal, Allah menjanjikan untuk meneguhkan dan menolong. Dalam ketakutan atau kebingungan, Yesaya 41:10 meneguhkan kita dan tetaplah berdoa untuk merasakan hadirat Allah. Saat ini kita akan memasuki Minggu Advent kedua. Masa Advent adalah waktu penantian yang penuh pengharapan, di mana kita menantikan kedatangan Yesus Kristus, Sang Juruselamat, baik pada Natal maupun dalam kedatangan-Nya yang berikut. Minggu Advent kedua sering kali menekankan tema damai dan penguatan iman dalam perjalanan penantian. Dalam Yesaya 41:10, Allah memberikan janji penguatan dan kehadiran-Nya kepada umat Israel yang sedang berada dalam penderitaan. Pesan ini relevan untuk kita yang juga menantikan kedatangan Tuhan di tengah pergumulan hidup. Selamat hidup dalam pengharapan. Amin.
Ganupan na marsangap na i dunia on.
Tuhanta lobih sangap bai hasiangan on.
Tangihon Hata in sai ulang be pahengkeng.
Sai tong parimbagaskon ibagas uhurmin.
Departemen Persekutuan GKPS