Ibadah Harian Keluarga GKPS
Rabu, 10 Agustus 2022
Haholonganku, sisombahonku, sahalak Ham do Tuhankin
Dob ai nini ma dompak sidea, “Mase ma mabiar hanima? Ai seng dong ope haporsayaonnima?”
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Jemaat yang dikasihi Tuhan! Beriman kepada Yesus pastilah tidak sulit apabila situasi kehidupan kita baik-baik saja. Ketika segala sesuatu dalam hidup kita berjalan dengan mulus maka bersyukur dan bersukacita adalah perkara yang sangat gampang. Namun, ketika kesulitan dan tantangan datang barulah menjadi nyata bagaimana sesungguhnya keimanan kita dan apa serta siapa yang menjadi alamat pertolongan bagi kita. Hal inilah yang dinyatakan dalam nas hari ini yakni ketika para murid Yesus berada di tengah-tengah badai, gelombang dan angin ribut. Ketika situasi mulai mencekam dan mereka semakin merasa tidak nyaman, mereka mulai ketakutan dan menjerit serta kuatir. Di tengah-tengah situasi itu Yesus menegur mereka dengan suatu pertanyaan yang sangat mengejutkan dimana Yesus berkata :”Mengapa kamu begitu takut?”. Yesus dan murid-muridnya pada peristiwa itu sedang berlayar menyeberangi danau Galilea menumpang perahu ketika tiba-tiba badai besar menerpa. Mereka ketakutan dan kuatir tentang hidup mereka; selaku nelayan mereka sangat paham apa yang dapat dilakukan badai besar itu atas perahu mereka yang sangat kecil. Tetapi Yesus nampaknya tidak terganggu bahkan tertidur di tengah-tengah kekalutan itu. Ketika para murid akhirnya semakin dilanda ketakutan, mereka membangunkan Yesus dan Yesus bertanya mengapa mereka takut dan tidak memiliki iman padahal mereka bersama dengan Yesus dan Yesus sendiri yang mengajak mereka untuk menyeberang (Mark. 4:35).
Peristiwa dalam nas ini mengingatkan kita tentang bagaimana keimanan kita kepada Yesus. Perjalanan hidup kita bagaikan suatu pelayaran Panjang bersama Yesus, dan kita harus tetap percaya bahwa bersama Yesus biduk kehidupan kita tidak akan tenggelam, bagaimanapun besarnya gelombang dan badai menerpa. Yesus ingin agar kita mempercayai bahwa walaupun badai kehidupan datang, Dia tetap ada bersama kita. Yesus ada di tengah-tengah badai penderitaan, kesulitan, tantangan, dan pergumulan; dan karena Dia ada bersama kita tidak akan pernah binasa melainkan semakin bertumbuh dalam iman dan pengharapan. Pendeta George Muller pernah berkata :” Awal dari ketakutan adalah akhir dari iman, dan awal dari iman yang hidup adalah akhir dari ketakutan dan kekuatiran. Dan sungguh luar biasa bahwa setelah Yesus memerintahkan angin untuk diam dan angin pun taat, maka para murid menjadi takjub atas kuasa Yesus. Pada awalnya mereka ketakutan melihat kekuatan badai alami, tetapi setelah Yesus meredakannya mereka menjadi takut atas kuasa yang supra-alami. Yesus menyatakan kepada mereka siapa Dia dan bagaimana Dia sungguh memperhatikan mereka. Penguasa alam semesta memerintahkan kekuatan alami untuk diam dan mereka semua taat, apalagi hanya persoalan hidup kita, itu tidak seberapa dibandingkan dengan kuasa Yesus yang dapat menundukkan alam semesta.
Jemaat yang dikasihi Tuhan! Ingatlah selalu bahwa dalam perjalanan hidup kita, Yesus selalu bersama dengan kita. Kita tidak perlu takut dan kuatir karena Yesus selalu ada dekat dengan kita. Jika Yesus bersama kita, tidak ada yang perlu dikuatirkan bagaimanapun situasi kehidupan. Setiap waktu Dia ada dan inilah yang harus selalu kita ingat dan jangan kita lupakan agar segala kekuatiran dan ketakutan jauh dari kehidupan kita. Jika kita sedang menghadapi kesulitan dan persoalan, jadilah kuat karena Yesus bersama kita. Dia akan menolong kita menghadapi segala kesulitan dan kita akan menyeberang keluar dari kesulitan itu. Jangan takut, percayalah pada Yesus! Amin
Departemen Persekutuan GKPS