
“Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.”
Sebelum menjawab hal tersebut, kita bisa melihat bahwa setelah menjelaskan keterangan teologis atas sejarah bangsa Israel di dalam surat Roma pasal 11, maka rasul Paulus menyimpulkan bahwa seluruh karya Allah dalam sejarah bangsa itu adalah karya yang patut disyukuri, bukan disesali. Paulus menyinggung status sebagai bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi. Ia tidak menerima jika ada salah satu dari keduanya yang menganggap dirinya lebih baik dan benar, sehingga merendahkan yang lain. Bagi rasul Paulus, apa yang telah dilakukan Allah terhadap bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi, adalah sebuah kasih karunia. Jika kehidupan bangsa Yahudi pada masa lampau penuh dengan ketidaktaatan, maka tidak ada penyesalan dari pihak Allah di situ. Sebaliknya, jika kehidupan bangsa bukan Yahudi pada masa sekarang juga dipenuhi dengan ketidaktaatan, maka tidak ada juga penyesalan dari pihak Allah di situ. Maka, Allah sama sekali tidak pernah menyesali perbuatanNya.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
kita ini adalah orang-orang yang dikasihani, atau lebih tepatnya dikasihi, Allah. Kita sangat perlu untuk sadar sesadar-sadarnya bahwa kita adalah orang-orang yang mendapatkan kasih karunia Allah. Apa artinya? Artinya adalah tidak ada satu pun kelebihan dan keunggulan yang dapat kita teriakkan dan sombongkan terhadap orang lain, apalagi terhadap Allah. Situasi ini membuat kita menundukkan kepala kita dan meneduhkan hati kita, agar kita tidak menyakiti orang lain dengan keberadaan kita. Allah mengasihi kita. Ia membentuk jalan hidup kita. Semuanya seturut dengan kehendakNya. Ia sama sekali tidak menyesali segala sesuatu yang telah diperbuatNya bagi kita. Kita tinggal menyadari dan mensyukuri semua itu. Amin.
Halani ai, o jolma sahei ma dousamin;
Asal ma ham porsaya, marulih ham ijin,
marulih ham ijin.
Departemen Persekutuan GKPS