
Jesus haholonganku, Jesus haposankin.
Sadokah au manggoluh ampa bai ajalhin;
Seng be huhabiari ganup pangagou in.
Jesus do manramoti au hinopkopNi in;
Jesus haholonganku, Jesus haposankin.
Sadokah au manggoluh ampa bai ajalhin;
“Selanjutnya firman-Nya kepadaku: ”Hai anak manusia, perhatikanlah segala perkataan-Ku yang akan Kufirmankan kepadamu dan berikanlah telingamu kepadanya.” (Yehezkiel 3:10)
Kita, yang walaupun bukan nabi, juga harus merasa menjadi bagian dari tugas ini. Apa sebabnya? Sebabnya adalah kita telah menjadi penerima firman Tuhan. Paling tidak, kita telah menerima firman Tuhan sejak Senin sampai Sabtu, melalui Ibadah Harian Keluarga GKPS. Di tambah lagi melalui kehadiran kita di kebaktian Minggu dan partonggoan (ibadah rumah tangga), maka semakin lengkaplah kita menerima firman Tuhan setiap hari. Mau kita apakan firman Tuhan yang telah kita terima setiap hari itu? Tentu saja, pertama, perhatikanlah segala firman Tuhan tersebut. Memperhatikan itu berarti mengamati, mencermati, dan mengawasi. Ada banyak makna bisa terungkap dari hanya satu ayat atau satu kalimat firman Tuhan. Kita bisa menemukan kekayaan firman Tuhan, jika kita memperhatikannya.
Kedua, berikanlah telinga kita kepada firman Tuhan tersebut. Tujuannya adalah untuk didengar, diingat, dan dilakukan. Firman Tuhan itu, kalau bagi pemazmur, adalah pelita bagi kakinya dan terang bagi jalannya. Firman Tuhan itu, sebagai tulisan yang diilhamkan Allah, kalau bagi rasul Paulus, bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Saat semua akan menjadi kering, gugur, dan lenyap, bagi rasul Petrus, firman Tuhan itu tetap untuk selama-lamanya. Maka, tidak ada ketidakbenaran dan tidak ada ketidakberartian di dalam firman Tuhan. Kita tidak akan rugi untuk memperhatikan dan memberikan telinga kita kepadanya. Bahkan, kita akan menjadi orang yang lebih berhikmat jika kita menerima, memperhatikan, dan memberikan telinga kita kepada Firman Tuhan. Menutup renungan ini, firman Tuhan itu juga bahkan disampaikan kepada Iblis (Ayub 2:6), hanya saja Iblis tidak memperhatikan dan memberikan telinganya kepada firman Tuhan. Oleh karena itu, jika kita pun juga tidak memperhatikan dan tidak memberikan telinga kita kepada firman Tuhan, siapakah kita sebenarnya? Amin.
Sai gati do hutadingkon dalanMu na pintor in;
Kristen au, hape hujolom dalan hamagouan in.
Kantor Sinode GKPS