
Na nidok ni titah in, mahol mandalankon in.
Halak na ringgas botul, pala tangis sol bujur.
Na dong sasap dousa in, halani pitah sonin.
“Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.”
Namun sebagai raja, pemazmur paham betul konsekuensi yang diterimanya dari pihak lawan. Ia akan selalu menjadi incaran para musuh. Ia tahu, kekuatannya atau kekuatan kerajaannya terbatas. Hanya satu yang bisa memenangkannya dan menyelamatkannya, yaitu Tuhan Allah. Itulah mengapa, kalimat permohonan seperti ayat harian kita hari ini, yaitu, “Jagalah aku, ya Allah, sebab padaMu aku berlindung,” adalah kalimat yang wajar disampaikan oleh seseorang kepada Tuhan, apalagi ia sadar betul dengan keselamatannya.
Kalau kita menonton film koboi ataupun film yang bergenre aksi, saat terjadi peperangan yang menggunakan senjata api, pasti orang-orang yang ada di dalam peperangan tersebut mencari perlindungan di balik benda yang kekuatannya lebih kuat dari peluru. Misalnya, ia atau mereka pasti akan berlindung di balik batu, atau tembok, atau mobil, karena ia atau mereka yakin bahwa peluru yang ditembakkan ke arahnya tidak akan mampu menembus benda-benda itu. Ia merasa aman, walaupun tetap khawatir, saat berlindung di balik benda-benda tersebut.
Saat kita berlindung pada Allah, serangan siapa yang kita hindari? Jawabnya adalah serangan Iblis. Iblis dengan segala niat jahatnya kepada kita, hanya mampu kita lawan saat kita berlindung pada Allah. Manusia juga dapat menyerang kita dengan segala rencana-rencananya. Jika kita berlindung pada Allah, maka masa depan kita yang kita taruhkan pada Allah. Apapun niat tidak baik orang lain kepada kita, yang ingin membuat rugi, celaka, dan kesakitan, saat kita berlindung pada Allah, maka masa depan kita ada di tanganNya. Inilah keyakinan kita; ini jugalah kebahagiaan kita. Maka sejak saat ini, kita tancapkan dalam diri kita bahwa kepada Tuhan sajalah kita berlindung, dan kepada kita sajalah kita memohon penjagaan, khususnya untuk tubuh, jiwa, dan roh kita. Amin.
Imbang, ai haru do dalan, na sompit bahalni in;
Tading do bai hamagouan, na so lao hu surga in.
Imbang, ase tong marringgas pabulatkon uhurmin.
Bai Tuhanta Jesus Kristus; Sai tundalhon dousa in.
Departemen Persekutuan GKPS