
Antong roh bei ma hita le, ganupan na porsaya.
Marolob-olob hita bei, mamuji Naibatanta.
Dear tumang ganup hape, na binahen ni Naibata.
Na puji ma Goran-Ni.
“Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.”
Apa yang membuat kita enggan berterus terang serta menegor sesama kita? Ada banyak hal, antara lain: menjaga perasaan orang yang akan kita tegor. Kita membayangkan ia akan menjadi malu, sedih, atau bahkan marah jika kita tegor. Itu makanya, kita lebih mementingkan perasaannya daripada kebenaran yang harus kita sampaikan kepadanya. Kedua, menjaga hubungan baik kita dengan orang yang hendak kita tegur. Kita membayangkan, jika kita menegurnya, maka ia tidak akan lagi bisa bekerja sama dengan kita. Jika kita menegurnya, maka ia akan menjadi musuh kita. Apalagi, jika kita menegurnya di depan umum. Bukan tidak mungkin ia akan pergi menjauh dari kita sampai waktu yang sangat lama. Dengan demikian, kita kehilangan sahabat orang yang kita kasihi.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
cermin juga sebenarnya sering menegur kita; tapi, kita jarang marah, bahkan tidak pernah, kepada cermin yang memberitahukan yang sesungguhnya atas apa yang ada pada wajah dan tubuh kita. Bahkan, kita sangat terbantu dan berterima kasih serta menjadi semakin percaya diri setiap kali kita selesai bercermin. Cermin memantulkan yang sebenar-benarnya dari apa yang ada di depannya. Maka, seperti itulah cara menegur kita. Bukan menegur karena didasarkan kebencian, melainkan harus didasarkan pada kebenaran. Jika kita tahu bagaimana harus berbuat baik, yang salah satunya adalah menegur, tetapi kita tidak melakukannya, maka kita berdosa (bdk. Yakobus 4:17). Inilah firman Tuhan hari ini bagi kita. Amin.
Jesus do mamorsan dousa haganup,
domma igalari utangmin ganup.
Domma pala matei Tuhan Jesus in,
paluahkon hita humbai dousa in.
Departemen Persekutuan GKPS