
Idop ni uhurNi in pinarbagah ni hataNi.
Ampa hagoluhan in sadokah ni i lambungNi.
Haganupan na roh in ipagoluh Jesus in.
“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;”
Kesaksian pertama Yohanes dari ayat harian kita hari ini adalah bahwa Tuhan itu penuh. Dalam Bibel disebut “bayak” atau kaya. Jika penuh, maka tidak ada ruang yang kosong. Jika penuh, maka tidak ada yang tersisa. Jika kaya, maka lebih dari cukup. Situasi seperti itulah yang menjadi sifat dari Tuhan. Sementara kita, yaitu manusia, sebaliknya. Kita tidak penuh dan tidak kaya. Itulah mengapa kita menerima sesuatu yang berharga dari Tuhan yang penuh dan kaya tersebut. Kita menjadi dicukupkan olehNya. Kita tidak lagi kosong atau berkekurangan oleh karena Dia. Apa yang diberikanNya atas kepenuhan dan kekayaanNya itu kepada kita? Inilah kesaksian kedua Yohanes dalam ayat harian hari ini, yaitu menerima kasih karunia demi kasih karunia. Mari kita perhatikan sekali lagi: menerima kasih karunia demi kasih karunia. Jadi, bukan hanya menerima satu kali kasih karunia saja, namun berkali-kali. Inilah kepenuhan dan kekayaan Tuhan kita, melalui Yesus Kristus, yaitu kita telah menerima kasih karunia demi kasih karunia dariNya. Maka, pertama, kita mensyukuri hal tersebut. Kedua, kita mencerminkan hidup yang memang sudah menerima kasih karunia dari Tuhan. Amin.
Sai jalo ham Tuhan in, na gabe Siparmahan,
baen hatengeran do in ronsi na ondos padan.
Seng habiaran be in pori aha na masa,
ai seng ijin ujungnin goluh ni na porsaya.
Sai hagoluhkon ma in baen rudang hajengeson,
ase sonang ham ijin gok Tonduy hasintongan.
HinalayakNi do in pasirsir haluahon,
janah damei uhurmin jumpahan hagoluhan.
Departemen Persekutuan GKPS