
Ham do simada hanai on ronsi ganup dunia on, sai Ham ningon sombahon.
Age buei na modom in hinorhon ni dousani in, sai Ham sitangionkon.
Ningon monang do hanami mandompakkon hagolapan,
Ham do Raja sibalosan.
“Kepada siapa gerangan engkau gentar dan takut, sehingga engkau berdusta dan tidak mengingat Aku atau memberi perhatian kepada-Ku? Bukankah karena Aku membisu dan menutup mata, maka engkau tidak takut kepada-Ku!”
Saat bangsa Israel dipimpin Musa keluar dari Mesir, mereka berhenti di bawah gunung Sinai untuk menerima sepuluh firman dari Tuhan. Salah satu firman yang disampaikan Tuhan kepada bangsa itu adalah, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,” (Keluaran 20:4-5). Firman ini lebih dari jelas untuk dipahami. Namun manusia seolah-olah tidak memberi perhatian kepadanya dan dengan berbagai dalih meninggalkan Tuhan serta membuat berhalanya sendiri untuk disembah dan dipuja.
Sebagai seorang nabi, Yesaya mengambil langkah tegas untuk menyampaikan teguran Tuhan kepada bangsa Israel yang telah menyembah berhala. Penyembahan berhala itu telah menjadi sebuah perzinahan yang dilakukan secara sengaja oleh bangsa Israel terhadap Tuhan. Dalam ayat harian hari ini kita bisa memetik alasan mengapa mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala, yaitu karena mereka menganggap, “Tuhan membisu dan menutup mata.” Padahal, apa mungkin Tuhan menjadi bisa dan menutup mataNya terhadap semua ciptaanNya? Hal inilah yang juga bisa melanda kita, sehingga kita bisa saja juga selalu mencari-cari alasan yang dibuat-buat, agar perbuatan tidak baik kita dibenarkan atau dimaklumi. Namun hari ini jelas sekali bagi kita untuk diingat dan dilakukan, agar kita: jangan sekali-kali menyembah berhala. Amin.
Ai harga tumang hanami na tinobusMu ganupan, ingat Ham hanami on.
Togu Ham hanai, o Tuhan humbai lombang hasunsahan.
Hu nagori atas in, hu nagori atas in.
Departemen Persekutuan GKPS