
“Sebab itu – demikianlah firman Tuhan, Allah Israel – sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang – demikianlah firman Tuhan –: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.”
Imam Eli lebih memilih menghormati anak-anaknya yang jelas-jelas melakukan dosa terhadap Allah. Tuhan berjanji akan menghukum mereka. Kelalaian imam Eli dalam mendidik anak-anaknya agar melakukan dengan benar tugas mereka sebagai imam yang kudus di hadapan Tuhan telah mendatangkan hukuman berat atas dirinya dan keturunannya. Hidup mereka akan semakin terperosok dalam jurang dosa.
Teguran Tuhan kepada imam Eli mengingatkan kita akan pentingnya melakukan perintah Tuhan sebagai orang percaya. Kita umat-Nya telah dipilih, dipanggil dan diperintahkan untuk hidup sebagai umat yang kudus di hadapan-Nya. Kita tidak hanya perlu mengetahui apa yang menjadi perintah dan kehendak Tuhan. Tapi kita juga harus melakukan perintah Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia juga mengingatkan orang tua untuk mendidik anak dengan penuh kasih, dan dengan tujuan agar hidupnya memuliakan Tuhan. Maka gagal mendisiplinkan anak berarti lalai dalam mengasihi mereka. Karena itu, kita harus tetap setia belajar firman Tuhan untuk mengetahui kehendak-Nya atas hidup kita. Kemudian kita melakukan kehendak Tuhan dengan kerendahan hati, ketaatan, dan keberanian di dalam pimpinan Roh Kudus. Dengan demikian, hidup kita dan keluarga kita menjadi berkenan di hadapan Tuhan. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS