
“Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia Tuhan, perbuatan Tuhan yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan Tuhan kepada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.”
Namun, umat Allah justru memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Mereka telah melupakan janji keselamatan dan penyertaan yang Tuhan berikan. Ia sedih dan menghendaki umat-Nya kembali kepada-Nya. Sebab itu, Tuhan memberikan teguran dan ganjaran kepada mereka. Barulah ketika mereka berada dalam kesesakan, mereka teringat kembali pada pertolongan Allah pada zaman dahulu ketika Allah menyertai mereka dengan perantaraan Musa yang membawa mereka keluar dari kerajaan tentera Mesir. Ketika itu Musa membelah laut Teberau, sehingga mereka dapat berjalan melewatinya dengan selamat.
Nabi Yesaya mengingatkan umat-Nya bahwa mereka memperoleh keselamatan bukan karena perbuatan melainkan karena kasih setia-Nya yang besar. Ia juga menegaskan kepada umat-Nya tentang, “semua karena kasih setia Allah,” berlaku dalam kehidupan orang beriman sepanjang masa. Semua orang beriman mengetahui dan meyakini bahwa kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia adalah wujud kepedulian Tuhan kepada manusia untuk menyelamatkan manusia dari cengkeraman dosa. Penyelamatan ini tidak dilakukan oleh duta atau utusan-Nya, melainkan diri-Nya sendiri yang melakukannya. Tuhan sendiri telah datang mengasihi kita. Ketika kita memberontak kepada-Nya, Ia mau kita bertobat. Ia akan memulihkan dan menyelamatkan kita. Sebagai umat-Nya yang telah dikasihi Tuhan marilah kita belajar untuk tetap taat dan setia kepada-Nya. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS