
“Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: ”Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
Kita mengetahui di kemudian hari -melalui pelayanan murid Yesus- bahwa Kerajaan Allah itu juga dinyatakan ke ujung-ujung bumi, serta membawa dampak besar bagi orang-orang yang mau mendengar beritanya. Mungkin kita merasa kecil ketika membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Sebab kita merasa tidak memiliki kekayaan, kepandaian, keterampilan, dan kemampuan diri. Kita merasa lemah dan tidak berdaya. Tapi sebenarnya tidak ada seorang pun yang tidak berguna. Artinya, Tuhan memberikan potensi dalam diri setiap manusia, sehingga setiap orang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. Misalnya, kita menganggap bahwa kemampuan kita hanya bisa mendengarkan. Apakah itu berguna? Banyak orang sangat membutuhkan pendengar yang baik, sehingga ia dapat menceritakan kegelisahan hatinya tanpa merasa dirinya dihakimi. Sesuatu yang “hanya” itu bisa berpengaruh besar bagi orang lain. Dengan demikian, tidak ada sesuatu yang bisa disebut sebagai “hanya.” Semuanya akan sangat berguna saat difungsikan sebagaimana mestinya.
Kondisi apa adanya dapat menjadi sesuatu yang berguna dalam kehidupan bersama. Karena itu, bersyukurlah saat kita hanya memiliki sesuatu yang kecil. Sebab yang kecil dapat memberikan pengaruh yang positif dan baik bagi kehidupan orang lain. Jika hal itu terjadi, saat itulah Kerajaan Allah terwujud dalam dunia ini. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS