
“Lalu berserulah orang Israel kepada Tuhan, katanya: ”Kami telah berbuat dosa terhadap Engkau, sebab kami telah meninggalkan Allah kami lalu beribadah kepada para Baal.”
Melalui ayat harian bagi kita hari ini, telah diceritakan tentang “ketersediaan” akses untuk peribadatan. Ada Baal, Asytoret, allah orang Aram, allah orang Sidon, allah orang Moab, hingga allah bani Amon. Orang-orang Israel beribadah kepada allah-alah orang asing ini. Konsekuensinya, mereka pun melupakan Tuhan. Mereka beranggapan bahwa allah palsu itu dapat menjawab kebutuhan yang ada.
Di tengah-tengah kehidupan dengan segala sesuatu yang memberi kemudahan, kita sering kali tertipu. Dampaknya, kita berubah fokus pada hal tersebut dan memalingkan wajah dari Tuhan. Kita menjadi lupa berdoa dan merenungkan firman Tuhan. Akibatnya, kita tidak sadar kalau kita sudah terseret jauh dari hadirat Tuhan. Karena itu, kita harus lebih berhati-hati terhadap kemudahan yang ditawarkan dunia. Kita harus lebih mawas diri dan mengantisipasi agar tidak terseret pada perbuatan yang mendukakan hati Tuhan. Kita juga harus waspada terhadap berbagai berhala baru. Walaupun dapat memenuhi kebutuhan kita, tapi bisa saja hal itu menjauhkan kita dari Tuhan. Dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, hanya Tuhan satu-satunya jalan keluar dari segala kebutuhan kita. Kita harus jujur soal kebutuhan hidup dan mencari jalan keluar hanya di dalam Tuhan. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS