
“Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu.”
Setelah mereka tinggal menetap, Tuhan masih berbicara kepada sisa-sisa orang Yehuda. Pertama, mereka harus menguatkan hati. Tuhanlah yang mengerjakan semua kebaikan itu, sehingga mereka bisa pulang ke tanah perjanjian. Tuhan berjanji akan mengubah hidup mereka menjadi berkat. Kedua, jika mereka melaksanakan hukum yang benar, mengucapkan kata-kata dengan benar, ibadah yang benar, mendatangkan damai di pintu-pintu gerbang, dan merancang kebaikan, maka mereka akan mengalami kepenuhan kebaikan Tuhan. Dengan melakukan semua itu, mereka akan mengalami sukacita dan kegirangan. Sebagai umat Tuhan, bangsa Israel adalah biji mata-Nya. Tuhan sangat mengasihi bangsa Israel, sehingga selalu memberi kesempatan baru kepada mereka. Oleh karena itu, seharusnya mereka mesti serius melakukan firman Tuhan. Dengan begitulah maka mereka akan menjadi berkat bagi dunia.
Kita umat Kristen adalah milik kepunyaan Allah dan imamat rajani (1 Ptr. 2:9). Hidup Kristen sejati penuh sukacita dalam merayakan kebaikan Tuhan. Oleh karena itu, kita harus memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Tuhan dengan berperilaku yang patut dijadikan teladan oleh sesama, misalnya menjadi pendoa dan panutan di dalam persekutuan. Dengan demikian orang lain bisa mendapat berkat. Kesaksian hidup dapat juga bisa kita nyatakan melalui perilaku yang kudus dan berkenan kepada Tuhan. Kesaksian hidup seperti itu dapat Tuhan pakai untuk menarik banyak orang datang kepada-Nya. Karena itu, mari memberi diri dipakai Tuhan untuk menjadi alat anugerah-Nya memenangkan banyak jiwa. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS