
Sai ajari Ham hanami, na tongtong ibagas haotoon in.
Sai porsaya ma hanami, Ham tumang do hagoluhannami in.
Roh dokahni, roh dohorni, uhur-Mu bai uhurnami.
Sai sadalan pakon Hata-Mu hanami.
“Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.”
Selanjutnya ada frasa “yang lemah dari Allah.” Sesungguhnya tidak ada kelemahan dalam diri Allah. Apa yang dilakukan oleh Allah, apa yang ditetapkan-Nya yang tampak lemah dalam rencana keselamatan itu yakni melalui Yesus dari Nazaret, lahir dari keluarga sederhana, yang bertolak belakang dengan pengharapan manusia pada saat itu, menderita, disalibkan, mati dan dikuburkan. Manusia pada masa itu menilai apa yang dialami Yesus itu seolah-olah menunjukkan kelemahan Allah, seperti kekurangan kuasa untuk menyelamatkan diriNya dan dunia. Namun yang bodoh dan lemah menurut manusia justru rasul Paulus katakan sebagai yang lebih kuat dari manusia. Manusia tidak mampu untuk menjangkau pikiran dan rencana Allah. Bodoh dan lemah menurut manusia justru bagi Tuhan itu merupakan jalan keselamatan, jalan penebusan atas dosa-dosa kita.
Lewat nas ini ada dua hal yang dapat kita renungkan, yakni pertama, Allah sering kali menyatakan rencanaNya yang hebat melalui hal yang bodoh dan lemah menurut manusia. Karena itu manusia harus menyadari bahwa kita ini makhluk yang terbatas, dengan rendah hati kita memohon agar Allah memberi kemampuan bagi kita untuk dapat menyelami dan memahami jalan-jalan Tuhan dalam perjalanan kehidupan kita. Dengan demikian kita tidak merasa pintar, lebih berhikmat daripada Tuhan, atau menjadikan kita terlalu percaya diri mengambil langkah sendiri yang pada akhirnya menjadikan kita semakin menjauh dari Tuhan. Kedua, bahwa Allah adalah Allah yang besar dan hebat. Yang lemah dari Allah lebih kuat dari kekuatan manusia. Sesungguhnya apapun yang dapat dilakukan manusia itu tidak sebanding dengan apa yang telah Allah perbuat bagi kita. Maka tidak ada gunanya meninggikan diri atas semua prestasi yang dapat kita capai dan lalui. Semua itu tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan ketika itu dipakai sebagai sarana kesombongan. Manusia adalah ciptaan, sedangkan Tuhan adalah Allah Pencipta dan Penyelamat, sehingga yang harus ditinggikan dan disembah adalah Allah. Biarlah setiap kehidupan kita hanyalah untuk kemuliaan Tuhan. Amin.
Sai ajarhon Ham, dalan-Mu bangku on,
ase mardalan au bai hasintongan-Mu.
Sai baluti Ham, uhurhon sai tongtong,
ase marhabiaran bani Goran-Mu.
Ai pitah Ham Tuhan, na boi haposankin,
bai goluh sidalanankin.
Bokas-Mu nuan, si irikkononkin,
na gabe suluh bani pardalanankin.
Departemen Persekutuan GKPS