
O hasoman anggo sihol ho sonang,
ingat ma padan ni Tuhan in tongtong.
Ai ma jolomanmu tenger uhurmin,
das bani parroh ni Tuhan in.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.
“Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.”
Mari kita bandingkan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan manusia. Manusia berjanji dan bersumpah bukan dengan dari dirinya sendiri, sebab jika seseorang berjanji atas dirinya sendiri, maka nilai terasa kurang. Orang yang dijanjikan merasa itu tidak cukup, sebab manusia dengan keterbatasannya sering ingkar janji dan tidak mampu memenuhi janji-janji. Maka ketika seseorang diangkat menjadi pejabat pada acara pelantikan, ia akan diambil sumpah atau berjanji menurut iman dan kepercayaannya. Dengan tujuan ketika seseorang mengalaskan sumpah atau janjinya itu berdasarkan iman dan kepercayaannya, tentu ia juga berjanji di dalam nama Tuhan yang dipercayainya. Dengan demikian, orang akan percaya dan yakin bahwa ia akan memenuhi janjinya di dalam takut akan Tuhan. Namun meski demikian, masih ada saja orang yang telah berjanji tapi melanggar janjinya.
Dalam komunikasi sehari-hari juga antara sesama kita, sering kita ingkar janji. Mengatakan ‘suer’, sumpah, bahwa apa yang kita katakan dan lakukan itu benar. Tujuannya untuk meyakinkan orang lain, sehingga tidak ada lagi perbantahan atau perdebatan. Begitulah pentingnya untuk memenuhi janji atau sumpah di dalam kehidupan kita.
Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia dan Allah yang tidak berubah yang mengingat janji-janjiNya kepada Abraham, bangsa Israel dan gerejaNya (orang percaya). Allah telah berjanji tidak beralaskan pihak lain yang lebih besar dan hebat dariNya, sebab tidak ada yang melampaui Tuhan. Ia berjanji atas diriNya sendiri, dan sejarah menyatakan bahwa janji Tuhan tidak pernah berubah. Tuhan berfirman bahwa ia akan menggenapi semua janjiNya menurut waktu Tuhan. Inilah yang menjadi sukacita dan dasar kita bersyukur di dalam menjalani kehidupan kita, bahwa sesulit apapun yang kita alami, sebesar apapun masalah yang kita hadapi, janji Tuhan menghibur dan menguatkan kita, sehingga kita senantiasa menaruh iman dan harapan kita pada Tuhan. Kita percaya Tuhan tahu yang terbaik bagi kita dan memenuhi janji-janjiNya di dalam hidup kita. Amin.
Naibatangku hasomanku ‘ge marsitaronon au;
Ia do tongtong Bapaku hinaholongan-Ni au;
Sai tenger do uhurhin, Naibata hasomankin, sadokah-dokahni in.
Departemen Persekutuan GKPS