Menu
Categories
Ibadah Harian Keluarga GKPS: Selasa, 22 Juli 2025
21 Juli 2025 ARTIKEL

1. Doding: Haleluya No. 404:1-2
Ganup ari do in, ronsi tahun hu taun, sihol do hudodingkon GoranMu.
Ham Tuhan Naibata, sai hupuji do Ham, halani haganup layakMu.
Ham arta na harga, poltik hujolom in,
humbani na hinan Ham do tong Naibatangkin.
Bonani na dear, ronsi sadokahnin,
Panondang na lihar, bai ganup na golap in.

HataMu do Tuhan, hupindahi nuan, bahen suluh bai pardalanankin.
Pitah Ham hansa in, na mambotoh ijin, aha na huporluhon Tuhan.
Ham arta na harga, poltik hujolom in,
humbani na hinan Ham do tong Naibatangkin.
Bonani na dear, ronsi sadokahnin,
Panondang na lihar, bai ganup na golap in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian
“Tapi ibagas ianan na urah mabolah do iboan hanami arta on, ase Naibata simada hagogohon na sumurung in, ulang hanami.” (2 Korint 4:7)

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” (2 Korintus 4:7)

4. Renungan: Memelihara Harta yang Berharga
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
dari peristiwa penciptaan, tubuh manusia terbuat dari debu tanah, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang lemah, rapuh, dan fana, serta pada akhirnya membusuk dan mati. Itulah keberadaan manusia yang rapuh, yang tidak berarti apa-apa terlebih bila dibandingkan dengan Allah, Pencipta, Yang Maha Kuasa dan Kekal, yang layak dipuji selamanya. Tetapi justru Allah hadir dalam rupa manusia melalui AnakNya yang Tunggal untuk menyatakan kasih dan keselamatan.

Demikian Allah menuangkan kasih dan kemuliaan-Nya ke dalam hati manusia, serta memberi keselamatan dan anugerah-Nya. Inilah yang menjadi harta karun yang sangat berharga, yakni satu-satunya jalan yang dapat menyelamatkan seorang berdosa dari hukuman, kematian, dan neraka. Kasih dari Allah yang mengajari dan memberi hikmat bagi manusia yang rapuh dan lemah itu untuk dapat memenuhi tuntutan kehendak Allah, sehingga manusia hidup dan bekerja untuk menyatakan kasih dan kemuliaan Tuhan. Tuhan telah memberi nilai kekal di dalam diri orang percaya, sehingga hidupnya juga dapat bernilai kekal, itu menjadi harta bukan bersumber dari manusia tetapi berasal dari Allah, diibaratkan seperti bejana tanah liat, namun ada harta yang kekal ketika hidup kita menjadi pujian dan kemuliaan bagiNya.

Dari debu kita berasal dan akan kembali menjadi debu. Tubuh kita memang ibarat bejana tanah liat, tetapi harta yang tinggal di dalam tubuh fana kita adalah roh yang diberikan oleh Allah melalui Roh Kudus. Roh itu yang menjadikan hidup kita indah bagi Tuhan. Itulah kemuliaan Allah di dalam diri kita, dan Paulus ingin kita bersukacita atas keagungan yang melampaui segala sesuatu dari anugerah yang kita miliki, bahwa kuasa di dalam diri kita berasal dari Allah, bukan dari diri kita sendiri. Melalui iman kepada Kristus Yesus, kita memiliki harta ini dalam bejana tanah liat, sehingga keagungan yang tak terbandingkan dari kuasa di dalam diri kita berasal dari Allah, bukan dari diri kita sendiri.

Hidup baru dan kekal dari Tuhan Yesus yang bangkit telah ditiupkan ke dalam tubuh kita yang mati dalam pelanggaran dan dosa. Roh Kudus telah tinggal tetap di dalam tubuh kita yang lemah dan fana, sejak ketika kita percaya kepada Kristus Yesus untuk pengampunan dosa dan hidup kekal. Sejak itulah sumber pengetahuan tentang kemuliaan Allah mulai mengalir ke dalam hati kita dan oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam kita adalah harta karun terbesar Allah, tinggal di dalam kita.

Kita adalah bejana tanah liat di mana kebenaran yang mulia dari Allah telah dituangkan, sehingga tubuh kita yang fana menjadi bait Allah. Dengan firmanNya yang menuntun kita ke dalam segala kebenaran dan memampukan kita memberitakan kabar sukacita dan kasih karuniaNya kepada dunia ini. Dengan harta karun di dalam kita adalah Roh Kudus kiranya memampukan kita melakukan pekerjaan Tuhan di dalam setiap kehidupan kita, dan itu bukan dari kita. Biarlah nama Tuhan yang Agung dan mulia itu dipuji kekal selama-lamanya. Amin.

5. Doding: Haleluya No. 248:1-2
Huhaholongi Ham gogohku, huhaholongi Ham tongtong.
In ma marhitei pambaenanku, humbani gok ni uhurhon.
Ai Ham do manondangi au, ronsi na matei au.

Huhaholongi Ham, Goluhku, ai Ham do hagoluhankin.
Ningon tongtong Ham pujionku, au na sinondangan-Mu in.
Holong mamitah uhurhin Bamu o Jesuskin.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Kantor Sinode GKPS

Comments are closed
**