
Jesus do tongtong haporusanku, arta pakon hagoluhankin;
Ai pe tonduy ‘ge pe pamatangku, huondoskon hu tangan-Ni in,
huondoskon hu tangan-Ni in.
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Paulus menulis surat ini dari dalam penjara, menanti nasib yang tidak pasti di hadapan Kaisar Nero. Meski dikelilingi ketakutan dan ancaman, ia menemukan kepuasan dan kedamaian yang tidak bergantung pada situasi. Situasi yang kita alami bisa berubah namun ketetapan dan keteguhan hati kita tidak berubah di dalam iman kepada Kristus, sebab kita percaya di tengah situasi yang berubah itu pun Kristus hadir dan menyertai kehidupan kita. Dalam kegelapan dan kesendiriannya, rasul Paulus belajar bahwa kekuatannya tidak bersumber dari diri sendiri, tetapi dari hubungan intim dengan Allah, Pencipta, Pemelihara dan Penebusnya. Ia tahu siapa yang ia percayai dan andalkan di tengah-tengah kehidupannya. Ia tidak takut sebab tantangan dan kesulitan tidak bernilai dibandingkan kuasa Tuhan yang melampaui semua itu, yang dapat melepaskannya dari situasi yang sulit itu.
Seperti pengalaman rasul Paulus mungkin juga kita pernah mengalami hal yang sama dalam kehidupan kita. Ketika kita mengalami kesulitan, apakah itu masalah kesehatan, tantangan di tempat kerja, usaha dan bisnis kita atau kerumitan dalam hubungan dengan keluarga, kita seringkali merasa tersesak dan keletihan. Namun, di sinilah kita diingatkan bahwa, seperti rasul Paulus, kita tidak sendiri. Kristus berjanji untuk menguatkan kita, memberikan kemampuan untuk bertahan dan bahkan memberi kemenangan, meski dalam mengarungi seberapa sulit dan rumitnya badai kehidupan yang kita hadapi. Ketika kita menyerahkan segala hal kepada-Nya, kita akan menemukan kekuatan yang tidak tergoyahkan, merasakan sebuah damai yang melampaui segala akal kita.
Hari ini kita dikuatkan lewat renungan ini, mari kita izinkan Kristus untuk bekerja dalam hidup kita. Dengan kerendahan hati, kita membuka diri dan memohon kepada Tuhan, untuk memberi kita kekuatan dalam setiap langkah, dalam setiap tantangan. Sebab, dalam setiap pencobaan, kita memiliki janji yang pasti, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Biarlah kita menjadi saksi akan keajaiban-Nya, di tengah-tengah tantangan kesulitan di dunia ini. Sebab Ia yang memelihara hidup kita. Amin.
Reff:
Hutatap Tuhanku martonggo ma au.
Mangindo pangurupion-Ni bangku.
Sai jolom tanganku sai togu Ham au.
Ai pitah Ham do pargogoh tongon.
Departemen Persekutuan GKPS