
Jesus haholonganku, Jesus haposankin.
Sadokah au manggoluh ampa bai ajalhin;
Seng be huhabiari ganup pangagou in.
Jesus do manramoti au hinopkop-Ni in;
Jesus haholonganku, Jesus haposankin.
Sadokah au manggoluh ampa bai ajalhin.
“Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.”
Kebenaran adalah berpikir, berbicara, dan bertindak sesuai dengan standar Allah tentang benar dan salah. Kebenaran adalah melakukan apa yang adil, benar, dan melakukan kebajikan. Kebenaran bukan hanya tentang mengikuti aturan atau hukum, tetapi juga memahami hakikat dari apa yang baik dan benar menurut firman Tuhan. Maka sangatlah perlu bagi kita untuk merendahkan diri dan mencari hikmat-Nya, menjadikan firman-Nya sebagai pedoman dalam setiap tindakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya kerinduan dari seorang pemazmur untuk diajarkan melakukan titah-titah Tuhan dan menghidupkan keadilan Tuhan lewat kehidupannya (Mzm. 119:40).
Di sisi lain, belas kasihan adalah anugerah dan pengampunan kepada mereka yang tidak layak untuk menerima pengampunan itu. Belas kasihan mengabaikan pelanggaran orang yang bersalah dan tidak menuntut mereka. Belas kasihan juga mengajak kita untuk melihat dan merasakan penderitaan orang lain. Ini adalah panggilan untuk memberikan pengampunan dan kebaikan, bahkan kepada mereka yang mungkin tidak layak mendapatkannya menurut pandangan kita.
Allah telah melakukan belas kasih melalui pengorbanan AnakNya, Yesus Kristus di kayu salib. Ia menganugerahkan penebusan dosa melalui darahNya yang kudus, sehingga kita yang seharusnya dihukum karena dosa kita, pada akhirnya memperoleh keselamatan. Inilah kebenaran dan belas kasih yang harus kita terima dari Allah.
Dengan mengejar kebenaran dan belas kasih kita sedang meneladani Tuhan di dalam hidup kita. Kita juga sedang menunjukkan kebenaran dan kasih kepada orang lain. Melalui nas hari ini kita mempelajari bahwa siapa yang mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
Jemaat yang terkasih, lewat renungan ini mari kita berefleksi, sudahkah kita menjalani hidup dengan penuh kebenaran dan belas kasihan? Apakah kita sudah bersemangat, tekun dan bersungguh-sungguh dalam mengejar kedua hal tersebut? Kiranya kita senantiasa hidup dalam kebenaran dan belas kasih, sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS