
“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”
Permintaan yang paling memungkinkan menurut Balak adalah bagaimana agar bangsa Israel yang besar itu tidak lagi memiliki kekuatan seperti selama ini dan akhirnya tentara Moab bisa mengalahkan mereka. Balak tahu bahwa bangsa Israel memiliki kekuatan karena Tuhan menyertai mereka. Karena itulah maka Balak memanggil Bileam yang memiliki kemampuan khusus secara spiritual untuk bisa berkomunikasi secara spiritual juga kepada Allah bangsa Israel, sehingga bangsa Israel tidak lagi disebut sebagai bangsa yang diberkati.
Bileam yang menyadari keberadaannya merespons permintaan raja Balak dan meminta agar Balak atau utusannya datang menjumpai dan melakukan ritual yang biasa mereka lakukan untuk menghadap Yang Maha Tinggi. Jawaban yang diberikan oleh Bileam kepada raja Balak adalah bahwa tidak mungkin bangsa yang sudah diberkati oleh Tuhan berubah status menjadi bangsa yang dikutuk Tuhan. Tidak mungkin seorang manusia dapat mengubah keputusan Tuhan. Dan ayat hari ini mempertegas bahwa Allah itu bukan manusia. Allah tidak akan mengingkari perkataanNya sendiri. Allah tidak mungkin tidak melakukan apa yang sudah Ia ucapkan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita bahwa tidak ada kekuatan lain yang bisa mencampuri kuasa Tuhan. Jangan ada Allah lain, itulah yang diingatkan firman Tuhan. Tuhan tidaklah sama seperti manusia, dan tidak ada manusia yang bisa mengatur Tuhan atau mengubah kehendak Tuhan. Tentu ketika kita diingatkan akan siapa Tuhan, maka kita diharapkan untuk setia kepadaNya, karena ketika kita berjalan bersama Tuhan maka kita akan merasakan kebaikan dan kuasa Tuhan. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS