
Hubotoh Ham do bona ni na dear haganup.
Ibere Ham buei hunjin bannami haganup.
“Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.”
Ketika mereka tiba di Filipi, satu kota yang tergolong besar saat itu, mereka melanjutkan pemberitaan Injil. Saat mereka masuk ke dalam rumah sembahyang orang Yahudi yang ada di dekat gerbang kota itu, mereka bertemu dan kemudian melakukan percakapan dengan beberapa perempuan yang ada di situ. Salah satunya bernama Lidia yang dikenal sebagai seorang yang mengasihi Allah. Ia berasal dari Tiatira yang ada di Asia dan pekerjaannya adalah sebagai penjual kain ungu di kota itu. Kain ungu secara khusus disebut dalam ayat ini karena kain ini termasuk kain yang mahal, dan dari informasi itu kemungkinan Lidia adalah seorang yang berada dan memiliki banyak pekerja, sehingga mereka yang ada di rumahnya bisa melakukan ibadah.
Dalam bacaan hari ini disebut bahwa Lidia yang mengikuti ibadah Yahudi itu mendengarkan apa yang disampaikan oleh rasul Paulus. Allah bekerja dalam dirinya, membuka hatinya sehingga apa yang disampaikan oleh rasul Paulus tentang Yesus dan keselamatan diterima oleh Lidia. Pada ayat selanjutnya disebutkan bahwa Lidia akhirnya dibaptis. Tentu hal ini menjadi suatu peristiwa yang berkesan bagi pekerjaan misi ke daerah Makedonia dimana disebutkan bahwa Lidia adalah perempuan pertama yang dibaptis di daerah itu.
Allah dapat bekerja dalam kehidupan siapapun itu tanpa memandang latar belakangnya. Seperti Lidia yang adalah seorang dari Tiatira, dibuka hatinya oleh Tuhan sehingga ia menerima Yesus dalam hidupnya dan memberi diri dibaptis. Tentu saat inipun Allah bekerja kepada siapapun, sehingga kita yang sudah percaya kepada Kristus diharapkan untuk menyatakan iman kita kepada Yesus, menceritakan kebaikan Tuhan dan keselamatan. Jika Tuhan bekerja maka orang yang mendengar kabar baik itu akan menerima Tuhan dalam hidupnya. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS