
“Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: ”Baiklah tanyakan dahulu firman Tuhan.”
Pada suatu saat Yosafat mengunjungi raja Israel di Samaria, yaitu raja Ahab, yang adalah besannya. Rombongan Yosafat disambut dengan baik, karena selain sebagai besan, Yosafat juga adalah raja yang disegani pada saat itu oleh bangsa-bangsa. Dalam pertemuan itulah Ahab menyampaikan usulannya kepada Yosafat untuk bergabung dengannya menyerang Ramot-Gilead, bangsa yang ada di sekitar mereka. Tentu hal ini dilakukan untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka. Usulan yang disampaikan Ahab tentu secara kerajaan adalah sesuatu yang menguntungkan, terlebih saat itu bangsa Yehuda dikenal sebagai bangsa yang diberkati dan selalu dimenangkan oleh Tuhan.
Permintaan yang menggiurkan tentu tidak serta merta diterima, atau serta merta ditolak. Pasti akan ada pihak yang mendorong kita untuk langsung menerima usulan atau tawaran yang datang. Untuk meyakinkan kita, demikian juga Yosafat dan Ahab saat itu, hadir juga nabi-nabi palsu yang menguatkan keinginan Ahab. Bukan hanya satu atau dua orang yang memberi pandangan untuk menerima usulan itu, namun Yosafat tetap mengatakan bahwa kita harus bertanya kepada Firman Tuhan. Hal ini yang terus dilakukannya, meskipun akhirnya ia menerima usulan itu namun ia diselamatkan oleh Tuhan saat berperang melawan Ramot-Gilead. Tentu renungan hari ini mengajak kita untuk selalu bertanya kepada Tuhan atas apa yang terbaik yang harus kita lakukan. Tetap mendengar dan setia pada firman Tuhan, itulah yang akan membawa kita pada keberhasilan. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS