
PEMATANGSIANTAR, GKPS.OR.ID – Suasana berbeda terlihat di halaman gereja GKPS Dolog Saribu pada Minggu (23/8/2026) pagi. Ratusan warga jemaat Resort Dolog Saribu tampak memadati lokasi untuk mengikuti ibadah Minggu, sekaligus mendukung pelaksanaan Pesta Renovasi Rumah Dinas Pendeta Resort. Momen marpesta (berpesta) ini menjadi bentuk solidaritas jemaat merenovasi rumah dinas yang kondisi nya saat ini rusak dimakan usia dan dapat membahayakan keselamatan penghuninya.

Dukungan penuh terhadap pesta pembangunan ini datang dari jajaran Panitia Umum dan Panitia Pelaksana yang telah dibentuk oleh Pengurus Resort. Struktur Panitia Umum diketuai oleh Sy. Roy Chandra Munthe, S.H., M.Sc. dengan Bendahara St. Joy Ch. B. Saragih, S.E., M.M. Sementara itu, posisi Panitia Pelaksana diamanahkan kepada St. Meirinson A. Purba selaku ketua, Jan Sinar Damanik sebagai sekretaris, dan St. Jhan Hotmen Sumbayak sebagai bendahara.
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Pimpinan Sinode GKPS, yaitu Ephorus Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc. bersama inang L. br. Sinaga, serta Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pdt. Dr. Janhotner Saragih bersama inang Penginjil Serma Girsang. Turut hadir pula Praeses Distrik IX Pdt. Hernayanti Purba, Praeses Distrik XI Pdt. Sanpendawati Purba, Pendeta Resort Dolog Saribu Pdt. Christin Maria Turnip, serta sejumlah pendeta pendahulu yang pernah melayani di resort tersebut seperti Pdt. Em. Donald Girsang, Pdt. Deliana Saragih, Pdt. Mega Rozayani Saragih, dan Pdt. Romesty Silalahi.

Dalam ibadah, Ephorus GKPS Pdt. John Christian Saragih menyampaikan khotbah yang dikutip dari Efesus 4:7-16. Saat menyapa jemaat, beliau mengajak seluruh yang hadir untuk merenungkan peran masing-masing dalam pelayanan dengan melontarkan pertanyaan reflektif, “Apa yang dikasih Tuhan Yesus kepadaku untuk bekerja di kebun anggur Tuhan?”
Berlandaskan ayat 7, Pdt. John Christian menegaskan bahwa setiap manusia sebagai rekan sekerja Allah telah menerima kasih karunia secara cuma-cuma karena kebaikan dan kemurahan Allah. Oleh karena itu, orang yang telah menerima kasih karunia tersebut seharusnya menjauhkan diri dari kesombongan, serta mampu menjadi teladan dalam kasih, perkataan, dan perbuatan. Kasih karunia inilah yang akan menguatkan dan memampukan orang percaya untuk hidup saling melengkapi di tengah kekurangan dan kelebihan yang ada.

Mengakhiri khotbahnya dengan mengutip Efesus 4:16, Ephorus mengibaratkan kesatuan jemaat seperti kokohnya bangunan gedung gereja GKPS Dolog Saribu yang mencerminkan semangat bergereja yang tinggi, solid, dan visioner. Beliau pun berpesan agar jemaat segera menyelesaikan setiap celah kecil yang berpotensi merusak kesatuan dan tali persaudaraan di dalam persekutuan.

Di sela-sela kegiatan pesta, kehadiran Sekjend GKPS Pdt. Dr. Janhotner Saragih bersama istri disambut dengan penuh kehangatan oleh seluruh jemaat. Dalam sambutannya, Pdt. Janhotner menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada jemaat se-Resort GKPS Dolog Saribu, khususnya kepada panitia yang telah tulus mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, hingga materi demi menyukseskan pembangunan ini. Pimpinan Sinode GKPS pun dengan setia mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. (hks/bgs)
Pewarta dan Foto: Rinaldi Edwart Purba