
PENGANTAR
Semua orangtua pasti menginginkan anaknya bertumbuh secara fisik, spiritual, kognitif dan afektif. Pertumbuhan citra diri anak juga sangat penting. Citra diri anak dapat menjadi negatif, akan tetapi dapat juga menjadi positif, tergantung pada faktor-faktor internal maupun eksternal. Persoalannya adalah untuk menumbuhkembangkan citra diri positif itu tidak otomatis berjalan begitu saja. Tetapi ada langkah-langkah yang harus dilakukan oleh orangtua agar terjadi pertumbuhan citra diri yang positif. Karena kalau tidak ditumbuhkembangkan maka bisa saja citra diri anak menjadi negatif. Namun sekiranya pun pada anak-anak di tengah-tengah keluarga Kristen sudah ada citra dirinya yang negatif, tidaklah untuk dihakimi. Adalah sangat penting orangtua memahami langkah-langkah menumbuhkan citra diri positif ini yang akan dipaparkan melalui surat/artikel pastoral ini.
Sejatinya, orangtua, baik itu ayah atau ibu, harus terlebih dahulu menyatakan citra diri positif. Namun demikian, menurut Harry Puspito terdapat tiga faKtor yang memengaruhi seseorang membentuk citra dirinya. Pertama. tentu diri sendiri. Fisik dan psikologis seseorang, seperti intelektual, emosi, kemauan, dsb. memengaruhi pembentukan citra dirinya. Kedua, lingkungan sosial, khususnya orang tua, pada masa awal pertumbuhan seseorang akan sangat mempengaruhi dirinya. Ketika orang tua mendidik anak dengan kasih dan bijak, maka citra diri positif seseorang lebih mungkin terbentuk. Sedangkan faktor yang ketiga adalah lingkungan sosial lain seperti teman, guru, dan sebagainya juga memiliki pengaruh yang kuat.
MENUMBUHKEMBANGKAN CITRA DIRI ANAK
Masih banyak orangtua belum memahami apa arti dari citra diri anak. Pengertian citra diri anak adalah pandangan atau gambaran yang dimiliki oleh anak tentang dirinya sendiri, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual. Citra diri anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman pribadi, umpan balik dari orang lain, lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta media massa. Citra diri anak sangat penting untuk perkembangan kepribadian, kesehatan mental, dan kesejahteraan anak.
Citra diri anak dapat bersifat positif atau negatif. Citra diri positif adalah ketika anak memiliki pandangan yang realistis, seimbang, dan menghargai tentang dirinya sendiri. Anak yang memiliki citra diri positif biasanya memiliki rasa percaya diri yang baik, lebih berprestasi, dan mampu menghargai kelebihan dirinya yang tidak terkait dengan penampilan luar. Citra diri negatif adalah ketika anak memiliki pandangan yang tidak realistis, tidak seimbang, dan merendahkan tentang dirinya sendiri. Anak yang memiliki citra diri negatif biasanya memiliki rasa percaya diri yang rendah, kurang berprestasi, dan cenderung mengkritik atau membandingkan dirinya dengan orang lain.
Untuk membantu anak memiliki citra diri yang positif, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua, guru, dan orang-orang terdekat lainnya, seperti:
Sedangkan menurut Devita Retno dari sudut psikologi, pengertian Citra diri adalah konsep yang dibentuk di dalam pikiran kita mengenai seperti apa kita sebagai seseorang manusia. Kita semua dapat menarik gambaran mental akan diri sendiri dan gambaran ini akan cenderung bertahan secara stabil seiring waktu, kecuali kita mengambil langkah-langkah pertimbangan untuk mengubahnya. Bagaimana kita memandang diri sendiri adalah menjadi hal yang benar-benar penting. Citra diri seseorang bisa menjadi tidak seimbang dan terdistorsi atau tidak sehat untuk banyak alasan.
Sebagai anak-anak, kita khususnya sensitif kepada penilaian yang diterima dari orang tua, figur autoritatif lain, orang yang memiliki kekuatan atau pengaruh atas diri kita, dan khususnya teman sebaya. Jika penilaian itu diberikan terlalu sering atau terlalu negatif, kita kemungkinan akan memiliki konsep diri yang lebih negatif.
Terdapat juga enam usaha atau langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk mengembangkan rasa percaya diri dan citra diri positif pada anak:
Dengan orangtua melakukan enam langkah di atas dapat membantu anak-anak bertumbuh dan menjadi dewasa dalam kehidupan dan hubungan dengan orang lain dan dalam pengalaman hidup dengan Tuhan.
PENUTUP
Orangtua memiliki peran utama dalam menumbuhkan citra diri positif anak-anak. Dalam rangka tanggung jawab tersebut orangtua perlu terlebih dahulu menunjukkan citra diri yang positif. Hal tersebut dapat berdampak pada anak-anak meniru dan menunjukkan citra diri positif. Kehidupan anak-anak pun akan bertumbuh menjadi dewasa dalam berelasi dengan sesama dan dengan Tuhan. Kita sebagai orangtua bisa memiliki citra diri yang positif. Karena Allah adalah Sang Pencipta dan Sang Kebenaran, hanya kasih karunia-Nya yang akan memampukan kita berubah (Filipi 2:13). Kita perlu membangun hubungan yang akrab dengan Dia agar kita mengerti kebenaran tentang diri kita. Kasih karunia-Nya menolong kita ‘memilih’ berubah dan memiliki citra diri yang lebih positif. Kunci sesungguhnya adalah relasi kita orangtua dan anak-anak kita dengan Tuhan.
Pdt. Fraimen J. Purba, M.Th
DAFTAR PUSTAKA