
Hari Minggu Paskah menjadi momen yang penuh sukacita dan makna mendalam bagi seluruh jemaat. Di tengah perayaan kemenangan Kristus atas maut, gereja juga menyaksikan satu peristiwa penting secara khsusus di Gerjea Tuhan GKPS Sindar Raya yaitu pelayan Tuhan menerima penahbisan Syamas dan Sintua.
Ibadah Penahbisan ini dilayankan oleh Pimpinan Sinode GKPS Pdt. John Christian Saragih, S. Th, M. Sc ( Ephorus), turut mendampingi juga Pdt. Asen Dohar Saragih ( Pdt. Resort Raya Kahean I). Adapun hamba Tuhan yang menerima Tahbisan yaitu 16 St dan 4 Sy.
1. St. Broverman Manik
2. St. Sahat Lumban Raja
3. St. Eli Ruma Ropen Purba
4. St. Jhon Sahat Nainggolan
5. St. Devit C Saragih
6. St. Jhanlihardin Saragih
7. St. Darmawan Purba
8. St. Rosdiana sinaga
9. St. Bonur J Sitorus
10. St. Rosmauli Purba
11. St. Sahni Damanik
12. St. Hotmalisda Nainggolan
13. St. Sri Juniani Sitanggang
14. St. Ria Erni Purba
15. St. Nurselli Saragih
16. St. Henni T. Saragih
17. Sy. Selmida Purba
18. Sy. Jonelvin Purba
19. Sy. Ofrisman Damanik
20. Sy. Josua Saragih
Penahbisan di hari Paskah ini menjadi simbol bahwa pelayanan lahir dari kebangkitan dari hati yang telah diperbarui oleh kasih Kristus. Sebagaimana kubur yang kosong menjadi tanda kemenangan, demikian pula hidup para pelayan Tuhan diharapkan menjadi kesaksian nyata tentang kasih dan kuasa Allah yang hidup.
Ephorus GKPS mengutip firman Tuhan dari 1 Korintus 15:1-11. Minggu Paskah mengingatkan bahwa Kristus telah bangkit dan hidup. Kebangkitan itu bukan hanya peristiwa iman, tetapi juga sumber kekuatan bagi setiap pelayan Tuhan. Syamas dan Sintua yang ditahbiskan pada hari ini dipanggil untuk hidup dalam kuasa kebangkitan tersebut
melayani dengan setia, menguatkan yang lemah, menghibur yang berduka, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, Tegas Beliau.
Momen paskah juga harus menjadi momentum dimana semua orang percaya harus mampu menghidupi keselamatan yang sudah Tuhan berikan. Orang Kristen harus memahami semua kehidupan dan karya pelayanan Tuhan Yesus. Orang percaya mencari Tuhan yang hidup, bukan Tuhan yang mati didalam Kubur, sehingga lewat semua peristiwa ini orang yang sudah menerima Yesus yang hidup dia akan memiliki hidup.
Lebih jauh Pdt. John Christian juga menyampaikan bahwa semua orang yang sudah merayakan paskah adalah orang-orang yang spesial. Spesial bukan karena status, melainkan karena hidupnya telah disentuh oleh kasih dan kuasa kebangkitan. Seperti terang yang mengalahkan gelap, ia hadir untuk menguatkan, menghibur, dan menjadi berkat bagi sesama. Disinilah letak Ke-Spesialan orang Kristen yang merayakan Paskah.
Menutup khotbahnya Beliau menyampaikan doa dan harapan Kiranya Syamas dan Sintua yang telah ditahbiskan menjadi pelayan yang setia, rendah hati, dan penuh kasih. Dan melalui pelayanan mereka, nama Tuhan semakin dimuliakan, jemaat semakin dikuatkan, serta Injil semakin diberitakan hingga ke ujung bumi.