Menu
Categories
Pesan Pastoral Keluarga GKPS : “Hadir, Mendengar, Menguatkan”
12 Oktober 2026 DEPARTEMEN KESAKSIAN

Pastoral Keluarga: Hadir, Mendengar, Menguatkan

Pdt. Edi Jasin Saragih-KetuaPengurus Yayasan IdopniUhur GKPS

 

MenjadiGereja yang Peduli di Tengah Keluarga

Keluargaadalahtempatpertamamanusiabelajartentangkasih. Di dalamkeluarga, seoranganakpertama kali mengenal orang lain, belajarberbicara, belajarberbagi, belajarmemintamaaf, dan belajarmengampuni. Di dalamkeluarga pula imanmulaidiperkenalkan: melaluidoasederhana, membacaAlkitab, mengikuti ibadah, mendengarkanceritatentangTuhan, dan melihatbagaimana orang tuamenjalanikehidupansebagai orang percaya. Karena itu, keluargamemilikitempat yang sangat pentingdalamkehidupangereja.

 

Namun, keluargatidakselalubaik-baiksaja.

Ada keluarga yang sedangmenghadapikonfliksuami dan istri. Ada anak yang merasatidakdidengar oleh orang tuanya. Ada keluarga yang sedangmerawat orang tualanjutusia. Ada keluarga yang mendampingianggotakeluargadengandisabilitas. Ada keluarga yang sedangberjuangmenghadapitekananekonomi. Ada yang sedangberdukakarenakehilangan orang yang dikasihi. Ada pula keluarga yang secaraperlahankehilangankedekatandengangereja dan kehidupaniman.

 

Bahkan, dalamkehidupanjemaat, sering kali kitahanyamelihatkeluargadariapa yang tampak di luar. Kita melihatmerekadatangberibadah, mengikutipartonggoan, menghadirikegiatankategorial, atauterlibatdalampelayanan. Tetapikitatidakselalumengetahuipergumulan yang merekabawapulangsetelah ibadah selesai. Di sinilahpelayanan pastoral keluargamenjadipenting.

 

Pastoral keluargabukanhanyapelayananketikasebuahkeluargamengalamimasalah. Pastoral keluargaadalahcaragerejamenemanikeluargadalamseluruhperjalanankehidupannya: ketikabersukacita, ketikaberduka, ketikabertumbuh, ketikamengalamikrisis, dan ketikaharusmengambilkeputusanpenting.

 

Dalamkonteks GKPS dengan strategi ‘parjumatanganan’ diharpakankeutuhankeluarga di GKPS dapatterjaga. Penggembalaanmemangdipahamisebagaipelayananuntukmewujudkankepedulian dan pemeliharaan Allah kepadajemaat, denganmembimbing, menopang, menegur, menyembuhkan, dan mendamaikan. Karena itu, pastoral keluargadapatdiringkasdalamtigasikapsederhananamun sangat penting: Hadir. Mendengar. Menguatkan.

Keluargasebagai Bagian PentingdariPanggilan GKPS

GKPS adalahgereja yang hidup di tengahkeluarga-keluarga. Kehidupanjemaattidakhanyaberlangsung di gedunggereja pada hariMinggu. Kehidupaniman juga berlangsung di rumah-rumah. Hal initerlihatdalamtradisipartonggoan, yaitukebaktianrumahtangga yang dilaksanakanbersamawargajemaatdalamsuatu wilayah atausektor.

 

Partonggoansesungguhnyamemilikipotensi pastoral yang sangat besar. Rumah bukanhanyatempatberkumpuluntukberibadah, tetapi juga ruanguntuksalingmengenal, mendengarpergumulan, mendoakan, dan menguatkan. Di rumah-rumahwargajemaatitulahgerejadapatmelihatkehidupanumatsecaralebihdekat. Di sana kitamenemukankeluarga yang sedangbersyukurkarenaanaknyaberhasilmenyelesaikanpendidikan. Di sana juga adakeluarga yang sedangberduka. Ada pasangan yang membutuhkanpendampingan. Ada orang tua yang membutuhkantemanberbicara. Ada anakmuda yang sedangmencariarahhidup. Ada lansia yang membutuhkanperhatian.

 

Karena itu, pastoral keluargatidakbolehdipahamisebagaipelayanan yang hanyadilakukan oleh pendeta. Pastoral keluargaadalahtanggungjawabbersamaseluruhgereja. Pendeta, penginjil, vikar, sintua, syamas, penguruskategorial, dan wargajemaatdipanggiluntuksalingmemperhatikan. Tata Gereja GKPS juga menegaskanbahwasetiapanggotaberhakmenerimapelayanan dan pemeliharaanrohanidarisesamaanggotamaupunpelayan GKPS. Dengan demikian, gerejabukanhanyatempat orang datanguntukberibadah. Gerejaadalahkomunitas yang salingmenggembalakan.

 

  1. HADIR: Gereja yang Datang Mendekat

Kehadiranadalahbentukkasih yang sederhana, tetapi sangat kuat. Ada saatketikaseseorangtidakmembutuhkanpenjelasanpanjang. Ia hanyamembutuhkanseseorang yang bersediadatang dan duduk bersamanya. Ketika seseorangkehilangan orang yang dikasihi, misalnya, kitaseringtidaktahuharusmengatakanapa. Kita takut salah berbicara. Akhirnyakitamemilih diam ataumenjauh.

Namun, justrudalamkeadaansepertiitulahkehadiran sangat dibutuhkan.

 

Dalam Yohanes 11, ketika Lazarus meninggal, Yesusdatangkepada Marta dan Maria. Yesusmengetahuibahwa Ia akanmembangkitkan Lazarus. Tetapisebelummukjizatituterjadi, Yesushadir di tengahkeluarga yang sedangberduka. Ia turutmerasakankesedihanmereka. Bahkan Yohanes 11:35 mencatatkalimat yang sangat singkat: “Maka menangislahYesus.”

Yesusmenunjukkanbahwakehadiranadalahbagiandarikasih. Gereja pun dipanggiluntukhadirsepertiitu. Hadir berartidatangmendekat. Hadir berartimenyediakanwaktu. Hadir berartimemperhatikanmereka yang mungkintidakbanyakbicara. Hadir berartitidakhanyadatangketikakeluargamembutuhkanbantuan, tetapi juga membangunrelasisebelumkrisisterjadi.

 

Dalamkehidupan GKPS, kehadiran pastoral dapatdiwujudkanmelaluibanyakhal: kunjunganrumah, partonggoan, kebaktian pastoral, doabersamakeluarga, perhatiankepadawarga yang sakit, kunjungankepadalansia, kunjungankepadapenyandangdisabilitas, pendampingankeluarga yang berduka, dan berbagaibentukpelayananlainnya.

 

GKPS sendirimengenalkebaktian pastoral sebagaikebaktian yang memberikanpeneguhan, penguatan, dan pendampinganbagiwargajemaatdalamsituasitertentu. Namun, kitadapatmelangkahlebihjauh. Pastoral tidakharusmenungguseseorangberadadalamkrisis.

Gereja yang hadiradalahgereja yang mengenalumatnyasebelummerekamembutuhkanpertolongan.

 

Karena itu, seorangsintuamisalnya, bukanhanyamengetahuisiapaanggotasektoratau wilayah pelayanannya. Ia juga diharapkanmengenalkehidupanmereka: siapa yang sedangsakit, siapa yang barukehilanganpekerjaan, siapa yang sedangmengalamipersoalankeluarga, siapa yang tinggalsendirian, siapa yang mulaijarangberibadah, dan siapa yang mungkinmembutuhkanperhatian. Kehadiransepertiinimembuatkeluargamerasakan: “Gerejatidakmelupakan kami, kami diperhatikan di tempatini.”

 

  1. MENDENGAR: Gereja yang Tidak CepatMenghakimi

Hadir sajabelumcukup. Setelahhadir, gerejaperlubelajarmendengar. Yakobus 1:19 mengatakan:

“Hendaklahsetiap orang cepatuntukmendengar, tetapilambatuntukberkata-kata.” Nasihatini sangat pentingdalampelayanankeluarga. Sering kali kitalebihmudahberbicaradaripadamendengar. Ketika seseorangmenceritakanmasalahnya, kitasegeramemberikannasihat:

“Harusnyabegini.”

“Kalau sayamenjadidia, sayaakan…”

“Orang tuaharuslebihtegas.”

“Anak harusmenurut.”

“Berdoa saja, pastiselesai.”

Semuaitumungkindisampaikandenganniatbaik. Tetapibelumtentuitulah yang sedangdibutuhkan.

Kadang-kadangseseoranghanyamembutuhkanruanguntukberkata:

“Saya lelah.”

“Saya takut.”

“Saya tidaktahuharusbagaimana.”

“Saya merasasendirian.”

“Saya inginseseorangmemahamisaya.”

Di sinilahgerejadipanggilmenjadikomunitas yang maumendengar. Mendengarsecara pastoral berartimendengartanpaburu-burumenghakimi. Mendengartanpamemotong. Mendengartanpamembandingkankehidupanseseorangdengankeluarga lain. Misalnya, ketikaseorangibuberkata, “Saya sudahtidaktahubagaimanamenghadapianaksaya,” responspertamakitatidakharusberupanasihat. Kita dapatberkata: “Ibu pastisedang sangat lelah. Kalau Ibu berkenan, ceritakankepadasayaapa yang sedangterjadi.”

 

Pertanyaansederhanadapatmembukaruangpercakapan yang lebihdalam. Mendengar juga berartimenjagakepercayaan. Keluargaharusmerasabahwaketikamerekadatangkepadagerejadenganpergumulannya, ceritamerekatidakakanmenjadibahanpembicaraan di lingkunganjemaat. Gerejaharusmenjaditempat yang amanbagiseseoranguntukmengatakan: “Saya sedangtidakbaik-baiksaja.”

Dan responsgerejabukan:

“Mengapakamusepertiitu?”

melainkan:

“Mari kitahadapiinibersama.”

Inilah salah satutantangan pastoral di tengahkehidupan modern. Keluarga-keluargakitahidupdalamperubahan yang sangat cepat. Anak-anak dan orang mudahidupdalam dunia digital. Orang tuamenghadapiperubahanpolakomunikasi. Banyak keluargatinggaljauhdari kampung halaman. Sebagian keluargaterpisahkarenapekerjaan. Relasiantargenerasi juga mengalamiperubahan. Dalamsituasisepertiini, gerejatidakcukuphanyamengajarkanapa yang benar. Gereja juga harusmenyediakanruanguntukmendengarapa yang sedangdialamiwargajemaat.

  1. MENGUATKAN: MenolongKeluargaMenemukan Harapan

Setelahhadir dan mendengar, gerejadipanggiluntukmenguatkan. Namun, menguatkantidaksamadenganmengatakan, “Jangansedih.” Orang yang berdukaperludiberiruanguntukmenangis. Menguatkan juga tidakberartimengatakan, “Semuapastibaik-baiksaja.”

Kehidupantidakselaluberjalansesuaidenganharapankita. Penguatan Kristen berartimembantuseseorangmenyadaribahwaTuhantidakmeninggalkannyadalampergumulan. Paulus berkatadalam Galatia 6:2 “Bertolong-tolonganlahmenanggungbebanmu!” Perhatikan kata “menanggung”. Gerejatidakselaludipanggiluntuklangsungmenghilangkanbebanseseorang. Kadang-kadanggerejadipanggiluntukikutmemikulbebantersebut. Inilahkekuatanpersekutuan.

 

Semangatkebersamaanmerupakankekuatan yang sangat berharga. Nilai-nilaikebersamaandalamkehidupanmasyarakatSimalungundapatmenjadiruang yang baikuntukmembangunpelayanan pastoral, tentudenganterusditerangi oleh firmanTuhan. GKPS sendirimenempatkanpelestarianbudayaSimalungun yang sesuaidenganterangFirmanTuhansebagai salah satutanggungjawabkehidupangereja. Budayakebersamaan, musyawarah, dan tanggungjawabterhadapsesamadapatmenjadikekuatandalammendampingikeluarga. Namun, kebersamaan juga perluterusdiperbarui. Jangansampaisemangat “kitaadalahkeluarga” hanyamenjadi slogan, sementaraadakeluarga yang sebenarnyasedangmerasasendirian. Karena itu, pastoral keluargaharusbertanya:

Siapa yang belumkitadengar?

Siapa yang mulaimenjauh?

Siapa yang sedangterlukatetapitidakmampumengatakannya?

Siapa yang membutuhkandukungantetapimerasamalumemintapertolongan?

Pertanyaan-pertanyaaninidapatmenolonggerejamelihatmereka yang selamainimungkinluputdariperhatian.

 

Keluarga Simalungun dan Tantangan Zaman

Keluarga GKPS juga tidakhidupdalamruang yang terpisahdariperubahan zaman. Keluarga-keluargaSimalunguntersebar di berbagaitempat. Sebagian masihtinggal di wilayah Simalungun, tetapibanyak pula yang hidup di kota-kotabesar dan di luar Sumatera Utara. Anak-anak dan generasimudasemakinbanyakberhadapandengan dunia digital, pendidikan, pekerjaan, dan budaya yang beragam. Keadaaninimembawakesempatansekaligustantangan.

 

Di satusisi, teknologimemungkinkankeluarga yang berjauhantetapberkomunikasi. Di sisi lain, kedekatan digital belumtentuberartikedekatanemosional. Sebuahkeluargadapatmakanbersamatetapi masing-masing sibukdenganlayar masing-masing. Orang tua dan anakdapatberadadalamrumah yang samatetapijarangberbicaradarihatikehati.

Karena itu, pastoral keluarga GKPS perlumembantukeluargamembangunkembaliruangperjumpaan. Ibadah keluargadapatmenjadi salah satunya. GKPS secara rutin sudahmenyediakanbahan Ibadah Harian Keluarga, yang dapatmenjadi salah satusaranauntukmenghidupkankembalispiritualitaskeluarga di rumah.

 

Doa keluargatidakharuspanjang. Yang pentingadalahkeluargamemilikiwaktuuntukberhentisejenak, mendengarfirmanTuhan, berbicara, salingmendoakan, dan bersyukur. Dengan demikian, rumahkembalimenjadiruangiman.

 

Pastoral yang MerangkulSemuaAnggotaKeluarga

Pastoral keluargatidakbolehhanyaberfokus pada pasangansuami-istriataukepalakeluarga. Anak-anak juga perludidengar. Orang mudaperludidampingi. Lansiamembutuhkanperhatian. Keluarga yang memilikianggotadengandisabilitasmembutuhkandukungan. Mereka yang mengalamikehilangan juga membutuhkanpendampingan.

 

GKPS telahmemilikiperhatianterhadapberbagaikelompoktersebut, termasukmelaluipelayanankategorial dan perhatiankhususkepadanamabalu, namatua, tading-maetek, dan difabel. Ini merupakanpengingatpentingbahwagerejaadalahkeluarga Allah yang tidakmeninggalkananggotanyahanyakarenamerekaberadadalamkeadaanlemah.

 

Pelayanankepadakelompok-kelompoktersebuttidakbolehdipandangsebagaipelayanantambahan. Ia merupakanbagiandarikesaksiangerejabahwasetiapmanusiamemilikimartabatkarenadiciptakan dan dikasihi Allah. SemuaadalahbagiandaritubuhKristus yang memilikiperan masing-masing. Tidak adaanggotakeluarga yang terlalukeciluntukdidengar. Tidak ada orang yang terlalutuauntukdiperhatikan. Tidak ada orang yang terlalulemahuntukdilibatkan. Tidak adakeluarga yang terlalubermasalahsehinggatidaklayakdidampingi.

 

Menghidupkan Pastoral Keluarga di Jemaat

Lalu, bagaimana pastoral keluargadapatdiwujudkansecaranyata di jemaat? Pertama, membangunbudayamengenalkeluarga. Jemaatperlumengenalkeluargabukanhanyamelalui data administrasi, tetapimelaluirelasi. Sintua dan pelayanjemaatperlumengetahuikondisidasarkeluarga yang dilayani.

 

Kedua, menghidupkankembalisemangatpartonggoansebagairuang pastoral. Partonggoantidakhanyamenjaditempatpelaksanaan ibadah, tetapi juga ruangperjumpaan, percakapan, doa, dan perhatian.

 

Ketiga, memperkuatkerjasamaantarapelayanankategorial. Seksi Bapa, Seksi Inang, Seksi Namaposo, seksiSekolahMinggusertapelayananlainnyamemilikiruangstrategisuntukmemperkuatkeluarga. Misalnya, Seksi Bapa dapatmembantumemperlengkapikaumbapakdalammenjalankanperanmerekadalamkeluarga; Seksi Inangmendampingikehidupankeluarga dan pemberdayaanperempuan; sementara Seksi Namaposodapatmenjadiruangbagigenerasimudauntukbertumbuhdalamimansekaligusmenemukantempatnyadalamkeluarga, gereja, dan masyarakat. Tata kerja GKPS memangmenempatkanpelayanankategorialtersebutsebagaibagiandaripanggilanuntukmeningkatkanspiritualitas dan pemberdayaanwarga.

 

Keempat, melatihpelayanuntukmendengar. Tidak semuamasalahmembutuhkanjawabancepat. Kadang-kadangkemampuanmendengarjustrumerupakanbentukpelayanan yang paling dibutuhkan.

 

Kelima, membangunjejaringdengantenagaprofesional. Ada persoalankeluarga yang membutuhkanbantuanpsikolog, dokter, konselor, pekerjasosial, atautenagaprofesionallainnya. Gerejatidakharusmenanganisemuanyasendiri. Merujukseseorangkepadapihak yang tepat juga merupakanbagiandaripelayanan pastoral yang bertanggungjawab. Dengan langkah-langkahsederhanatersebut, pastoral keluargadapatmenjadibagiandarikehidupansehari-harijemaat, bukanhanyasebuah program sesekali.

 

Gereja yang Peduli

GKPS memasukisebuahperjalananpelayanan yang menempatkantema“Gereja yang Peduli, Produktif-Mandiri, dan MembawaBerkat”sebagaitemaperiode 2026–2030. Dalamkonteksitu, pastoral keluargamenjadi salah saturuang yang sangat konkretuntukmewujudkangereja yang peduli. Kepedulianbukanhanya kata. Kepedulianterlihatketikagerejadatangkepadakeluarga yang sedangberduka. Kepedulianterlihatketikagerejamendengar orang tua yang sedangmengalamikesulitanmendidikanak. Kepedulianterlihatketikagerejamemperhatikanlansia yang kesepian. Kepedulianterlihatketikagerejamembukaruangbagipenyandangdisabilitas. Kepedulianterlihatketikagerejatidakmenjauhdarikeluarga yang sedangmengalamikrisis.

Dan kepedulianterlihatketikagerejaberkata: “Kita setara, Kami adabersamaSaudara.”

 

Gereja yang pedulitidakmenunggukeluargamenjadisempurnasebelummendampingimereka.

Justruketikakeluargasedangrapuh, gerejahadir. Ketika keluargasedangbingung, gerejamendengar. Ketika keluargahampirkehilanganharapan, gerejamenguatkan.

 

Penutup

Keluargaadalahanugerah Allah sekaliguspanggilan. Di dalamkeluarga, kasih, iman, kesetiaan, pengampunan, dan tanggungjawabdipelajarisetiaphari. Karena itu, keluargamembutuhkangereja.Tetapigereja juga membutuhkankeluarga. Gerejabertumbuhketikakeluarga-keluargabertumbuhdalamiman. Dan keluargamenjadikuatketikagerejatidakmembiarkanmerekaberjalansendirian.

 

Mungkingerejatidakdapatmenyelesaikansemuapersoalankeluarga. Namun, gerejadapatmemastikanbahwakeluargatidakmenghadapipersoalannyaseorangdiri. Ada keluarga yang membutuhkanseseoranguntukhadir. Ada keluarga yang membutuhkanseseoranguntukmendengar. Ada keluarga yang membutuhkanseseoranguntukmenguatkan.

 

Maka pastoral keluarga GKPS bukanpertama-tamatentang program ataukegiatan. Pastoral keluargaadalahtentanghati yang bersediamelihat, telinga yang bersediamendengar, dan tangan yang bersediamenolong. Hadir, karenaadakeluarga yang merasasendirian. Mendengar, karenaadakeluarga yang memilikiceritatetapibelummenemukanruang yang amanuntukmengungkapkannya. Menguatkan, karenaadakeluarga yang sedangberjuangmempertahankanharapan.

 

Kiranya GKPS terusmenjadigereja yang hadirbukanhanya di gedung-gedunggereja, tetapi juga di rumah-rumahumat; bukanhanyadalam ibadah, tetapi juga dalampergumulansehari-hari; sehinggasyalomitusampaikerumah-rumahwargajemaat.

 

Kita mendambakan GKPS menjadiGerejaInklusi; gerejauntuksemua. Gereja yang bersediaberjalanbersamaterlebihkepadakelompok-kelompokrentan (lansia dan disabilitas). Dengan demikian, melaluikeluarga-keluarga yang salingmemperhatikan, salingmenopang, dan salingmenguatkan, GKPS semakinmenjadiGereja yang Peduli, Produktif-Mandiri, dan MembawaBerkatbagijemaat, masyarakat, dan dunia.

Comments are closed
**