
RENUNGAN NAMAPOSO
6 September 2026 (14 Set. Trinitatis)
Nats : Lukas 5:27-28,
Tema : Berani meninggalkan segalanya demi mengikut Yesus
Berani move on demi Yesus
Pengantar
Didalam kehidupan kita pernah nggak kita merasa susah banget buat move on? Entah dari masa lalu, kebiasaan lama, pergaulan yang nggak sehat, atau bahkan hal-hal yang sebenarnya kita tahu nggak berkenan di hadapan Tuhan. Terkadang kita tahu itu bahwasanya itu salah, tapi tetap saja sangat berat untuk dilepas. Hari ini kita akan belajar dari kisah seorang yang hidupnya berubah total ketika bertemu dengan Yesus, yaitu Lewi (Matius). Dalam Lukas 5:27–28, kita melihat bagaimana Lewi yang saat itu adalah seorang pemungut cukai (profesi yang dipandang buruk dan penuh dosa) mengalami perjumpaan dengan Yesus. Yang sangat luar biasa, ketika Yesus berkata, “Ikutlah Aku,” Lewi nggak pakai banyak alasan. Alkitab mencatat bahwa ia meninggalkan segala sesuatu, lalu bangkit dan mengikut Yesus. Hal itu menandakan bahwasanya Lewi berani move on dari hidup lamanya yaitu pekerjaan dan juga yang sekaligus menjadi kehidupannya, zona nyamannya, bahkan mungkin penghasilannya yang ditinggalkanya demi mengikuti Yesus.
Keterangan.
Perikop ini terjadi saat pelayanan awal Yesus di Galilea di saat setelah Yesus memanggil beberapa murid pertama-Nya, seperti Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes. Pada masa itu Pemungut cukai seperti Lewi (yang juga dikenal sebagai Matius) dianggap pendosa besar oleh masyarakat Yahudi. Mereka bekerja untuk pemerintah Romawi dan sering memungut pajak lebih dari yang seharusnya yang juga dianggap pengkhianat dan korup. Mereka dianggap dosa publik, orang yang jauh dari kehidupan religius yang benar, bahkan dijauhi oleh komunitas mereka sendiri. Namun yang sangat menarik Yesus justru memilih dia. Jika kita memperhatikan di ayat 27, Yesus melihat seorang pemungut cukai, kata “melihat” bukan sekadar melihat secara fisik, tetapi memperhatikan dengan maksud dan kasih. Yesus melihat potensi dan hati Lewi, bukan hanya reputasinya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak melihat kita berdasarkan masa lalu atau label orang lain. Yesus, yang datang untuk membawa keselamatan, sering berinteraksi dengan orang-orang yang dianggap “kotor” atau “terbuang”. Dalam konteks ini, tindakan Yesus mendekati Lewi adalah tindakan yang radikal. Bukan Lewi yang datang kepada Yesus, tetapi Yesus yang menemukan dan memanggilnya secara pribadi. Kata Yesus, “Ikutlah Aku!”, adalah panggilan yang bersifat personal dan langsung. Tidak ada tawaran diskusi panjang, tidak ada persyaratan sosial atau ritual. Ini menunjukkan ada Inisiatif Allah terhadap Panggilan yang datang dari Yesus, bukan dari manusia. Jika kita melihat ada kesederhanaan iman yang tidak perlu melihat latar belakang yang sempurna atau status sosial tertentu. Lewi merespons panggilan itu dengan segera bangkit dan mengikut Yesus. Ini adalah sebuah tindakan fisik dan simbolis dari perubahan hati. Respon Lewi tidak menunda-nunda dan ia melakukan tindakan nyata yang mengekspresikan iman dan ketaatan bahkan meninggalkan semua yang ia miliki. Ini menandakan bahwa panggilan Tuhan menuntut prioritas absolut, bahkan di atas pekerjaan, keamanan finansial, dan hubungan sosial. Lewi menunjukkan kesediaan total dimana dia meninggalkan segala sesuatu. Kesedian total yang berdasarkan perubahan iman yang menunjukkan sebuah komitmen untuk melepaskan keterikatan duniawi. Tidak hanya pekerjaan, tetapi simbol dari gaya hidup lama. Tindakan Lewi memberi contoh bagi semua pengikut Kristus bahwa panggilan Allah membutuhkan tindakan, bukan sekadar pemikiran atau niat.
Refleksi
Panggilan Yesus bersifat pribadi dan special, Yesus melihat Lewi secara pribadi dan memanggilnya meski dia seorang pemungut cukai yang dianggap rendah oleh masyarakat. Sebagai remaja, ini mengingatkan kita bahwa Yesus juga memanggil setiap kita, tidak peduli siapa kita atau apa latar belakang kita. Pekalah terhadap panggilan Tuhan.
Keberanian untuk meninggalkan hal yang lama, Lewi langsung meninggalkan pekerjaannya dan kehidupannya yang lama. Bagi remaja, ini bisa berarti berani meninggalkan kebiasaan buruk, pergaulan negatif, atau hal-hal yang menjauhkan kita dari Tuhan.
Respon cepat dan tulus, Lewi tidak menunda atau ragu. Ia langsung mengikuti Yesus. Kita diajak untuk tidak menunda iman, tetapi segera merespon panggilan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam ibadah, doa, dan membantu sesama. Amen