Menu
Categories
RENUNGAN REMAJA 1 FEBRUARI 2026
30 Januari 2026 Bahan PA

Bahan Renungan Mingguan Remaja GKPS,

Tanggal,  01 Februari 2026

Nas                  :  Kejadian 22:1-8

Tema              :  Hidup Dalam Kepatuhan

Tujuan           :  Supaya remaja dapat:

  1. Menjelaskan kepatuhan tokoh dalam nas.
  2. Menjelaskan manfaat hidup dalam kepatuhan sesuai nas
  3. Memberikan komentar terhadap kepatuhan remaja

 

Dalam budaya masyarakat Simalungun, kita diajarkan nilai Habonaron Do Bona (kebenaran adalah dasar hidup). Iman Kristen bukan hanya di gereja, tetapi nyata dalam keluarga, sekolah, pekerjaan, dan pergaulan. Kejadian 11:1-8 menunjukkan bagaimana Abraham hidup dalam iman yang benar di hadapan Tuhan, meski harus menghadapi ujian yang sangat berat. Inilah yang menjadi ujian iman bagi Abraham, apakah imannya tetap begitu kuat, begitu gigih, setelah lama berdiam dalam persekutuan dengan Allah, seperti pada awal-awalnya, ketika dengan iman itu ia meninggalkan negerinya: pada waktu itu tampak bahwa ia lebih mengasihi Allah daripada mengasihi keluarganya. Sekarang jelas lebih tampak bahwa ia juga lebih mengasihi Allah daripada anaknya sendiri. Waktu ketika Abraham diuji seperti itu ayat 1 yang mengatakan “setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham”  setelah semua ujian lain yang sudah dilaluinya, semua kesusahan dan kesulitan yang sudah dilewatinya. Allah mencoba dia, bukan untuk menariknya kepada dosa, seperti yang dilakukan iblis dalam mencobai (seandainya Abraham benar-benar mengorbankan Ishak, ia tidak akan berbuat dosa, sebab perintah-perintah dari Allah akan membenarkan dia, dan membelanya, tetapi untuk mengungkapkan kemurnian imannya, seberapa kuat imannya agar ia memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan.

Sebuah ujian yang sangat berat dialami Abraham saat Allah meminta Abraham untuk mengurbankan Ishak, satu-satunya ahli waris yang sah. Padahal dia sudah menunggu kehadiran Ishak selama puluhan tahun. Mungkin kita bertanya-tanya, apakah Allah tidak salah? Apakah tidak ada perintah yang lebih manusiawi dan masuk akal ketimbang perintah yang keji seperti itu? Namun, yang membuat kita terheran-heran adalah tindakan Abraham yang menuruti perintah Allah. Bagi manusia modern, keputusan Abraham adalah perbuatan gila dan konyol. Tapi dengan langkah yang pasti Abraham menyerahkan seluruh keputusan itu ke tangan Tuhan.

Kalau dilihat dari sisi iman, ketaatan Abraham memiliki dasar kebenaran. alasannya sederhana: Abraham telah mengalami perjumpaan dengan Allah. Abraham jelas mengetahui bahwa kelahiran Ishak sungguh merupakan mukjizat Allah. Tak ada manusia yang sanggup melakukannya, karena Allah yang diimaninya adalah Allah yang hidup dan setia kepada perjanjian-Nya, Abraham meyakini bahwa Allah akan memberikan pengganti Ishak sebagai ahli warisnya. Itu sebabnya Abraham tidak ragu-ragu mempersembahkan anak semata wayangnya kepada Allah. Ternyata Allah menyediakan domba kurban sebagai pengganti Ishak.

Mungkin kita sering diperhadapkan pada keadaan yang menguji kepercayaan kita sebagai remaja Kristen masa kini, saat ini Allah mengingatkan kita agar tetap mengutamakan Tuhan dalam kehidupan kita agar tetap mengutamakan Dia, apapun yang terjadi di dalam hidup kita, apa pun yang ada pada kita yang bisa mengalihkan fokus kita dari-Nya. Mungkin kita sering diperhadapkan pada keadaan yang menguji kepercayaan dan kepasrahan kepada Tuhan. Bahkan kita tergoda untuk mengikuti keinginan diri kita atau orang lain untuk ikut dalam tauran, game online misalnya. Menolong orang lain sementara kita kekurangan. Menghibur orang lain sementara kita sedih. Saat kita berani menekan kepentingan pribadi demi melayani orang lain, maka Tuhan akan mencurahkan rahmat-Nya bagi kita. Mari kita belajar dari pribadi Abraham yang selalu patuh kepada Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. Tuhan selalu menyertai dia dan menolong setiap orang yang menaatinya. Amen

Comments are closed
**