RENUNGAN REMAJA GKPS
25 Oktober 2026( 21 Set. Trinitatis)
Nats : 2 timotius 3:14-17
Tema : Tatanan hidup yang baik
BERPEGANG TEGUH PADA FIRMAN TUHAN
Pengantar
Perjuangan hidup keluarga kita di “zaman now” atau sekarang ini, semakin berat pergumulan dan semakin sulit maka ditengah-tengah keluarga harus hidup berjuang dalam spiritualitas. Spiritualitas yang menuntun kita kepada keselamatan oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Selalu meneladani Kritus, dengan juga meneladani orangtua, anggota keluarga yang lain, bahkan siapapun mereka yang patut diteladani dan hidup berpegang hanya pada Alkitab. Di konteks bacaan kali ini, Timotius ‘didorong’ Rasul Paulus untuk berpegang teguh pada keyakinan yang dimilikinya sejak muda. Ia telah belajar dari Lois dan Eunike tentang iman kepada Kristus. Dan tentu ia telah belajar dari Paulus. Ia juga telah belajar dari Perjanjian Lama dan Injil. Semua sumber tersebut membawa Timotius kepada pemahaman yang benar tentang keselamatan di dalam Kristus. Firman Tuhan dalam perikop renungan ini ialah bagian sebuah surat pastoral yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada Timotius sebagai anak rohani yang dikasihinya dan juga rekan sepelayanannya. Melalui surat ini Paulus mengarahkan, mendorong dan mendidik Timotius dalam perjuangannya menjadi pelayan yang layak dihadapan Tuhan supaya terus terang memberitakan Firman Tuhan dengan penuh kesiapsediaan.
Keterangan
Pondasi bangunan adalah bagian paling penting, namun tidak terlihat dari luar. Bagaimanapun, tidak terlihat bukan berarti tidak bisa dirasakan keberadaannya. Pada saat gempa atau banjir besar terjadi, ketahanan suatu pondasi baru teruji. Bangunan yang tetap teguh dan lurus berdiri pasti didirikan di atas pondasi yang kukuh. Begitu pula dengan pengajaran kitab suci dalam rumah. Orang luar seringkali tidak bisa melihat bagaimana salah satu disiplin rohani ini dilakukan. Namun, mereka akan mengetahuinya tatkala anggota keluarga menghadapi berbagai ujian kehidupan. Pengajaran yang sehat dan kuat akan menolong mereka untuk tetap teguh dan kukuh berdiri di tengah hantaman kehidupan. Itulah yang sedang dibahas oleh Paulus dalam teks kita hari ini. Ada dua tantangan serius yang harus dihadapi oleh Timotius: penganiayaan dan kesesatan. Keduanya saling berkaitan. Sebagian orang yang dianiaya karena kesalehan mereka telah tergoda untuk merengkuh kesesatan dan kejahatan supaya terhindar dari penderitaan tersebut. Orang-orang ini adalah mereka yang tidak bertahan dalam tekanan kehidupan.
Paulus menyatakan bahwa “segala tulisan” merupakan firman Allah, artinya adalah Firman Tuhan dalam Perjanjian Lama ditambah dengan pesan-pesan Injil Kristus yang telah Timotius terima, baik secara lisan maupun tulisan. Segala ajaran itu menolong orang-orang percaya untuk hidup ber-spiritualitas. Artinya hidup semakin lama semakin dekat kepada Kristus dan hidup didalam-Nya, dari hal-hal yang tampaknya sederhana setiap hari, dengan terus mencari dan mendapatkan pengajaran yang benar dari Alkitab, untuk mampu menjalani hidup agar sesuai kehendak Tuhan, mengoreksi kehidupan moral yang keliru, dan menolong lebih banyak orang untuk semakin berhikmat, melakukan nyata perbuatan-perbuatan baik. Firman Tuhan berguna untuk:
Menghadapi arus dunia yang deras dengan berbagai godaan dan tantangan tentu tidak mudah bagi Timotius yang masih muda. Ia membutuhkan pegangan yang kuat untuk dapat bertahan dalam iman sambil terus memberitakan Injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus mengingatkan Timotius untuk terus berpegang kepada kebenaran firman Tuhan yang diyakini dan juga dihidupkan dalam dirinya. Kasih, kesetiaan dan kesalehannya harus sungguh dinyatakan Timotius, terlebih saat menghadapi penderitaan dan penganiayaan seperti yang pernah dialami Paulus. Sebab, saat orang beriman terus berpegang pada firman Tuhan, maka ada kepastian kehidupan yang dijanjikan Allah.
Seperti ilustrasi: “Pegang tangan mama, supaya kamu tidak terpisah dari mama di mall ini.” Sebenarnya Andi ingin bisa berlari-lari di Mall ini, tetapi karena mama menyuruhnya memegang tangan mama, Andi pun melakukannya walau dengan berat hati. Tidak lama berselang terdengar pengumuman tentang ditemukannya seorang anak yang terpisah dari orangtuanya. Andi pun lantas memegang tangan mamanya lebih erat lagi.
Bukan hanya Timotius, kita juga perlu berpegang pada kebenaran firman Tuhan di tengah godaan, tantangan dan tekanan kehidupan di dunia ini terutama remaja yang menghadapi banyak godaan-godaan dimasa saat ini. Firman Tuhan memang tidak mengurangi persoalan kita, apalagi menghilangkannya. Tetapi, berpegang pada firman Tuhan akan membuat kita berani tampil beda, karena firman Tuhan adalah sumber kebenaran dan kekuatan. Adalah tugas orang tua juga untuk mengajarkan Alkitab pada seluruh anggota keluarga.
Refleksi/ Renungan
Ingatlah firman Tuhan: “Seluruh Kitab Suci diberikan kepada kita melalui ilham Allah dan berguna untuk mengajarkan kebenaran kepada kita serta menyadarkan kita akan apa yang salah dalam hidup kita; Kitab Suci meluruskan dan menolong kita melakukan hal-hal yang benar. Itulah cara Allah menjadikan kita siap dalam segala segi, diperlengkapi dengan sempurna untuk berbuat baik kepada semua orang”. Oleh karena itu bagaimana remaja dalam berpegang teguh di dalam iman kepada Kristus antara lain menghidupi ketiga prinsip kebenaran, yaitu:
1). Membuka hati untuk dididik dalam ajaran Alkitab
2). Menghidupi firman Tuhan sejak kecil dalam keluarga dan sekolah serta dalam kehidupan sehar-hari
3). Membuktikan firman Tuhan dalam keteladanan akan memampukan kita berdiri kokoh dalam menghadapi aniaya dan kebenaran
Jadi ketika kita mendengarkan khotbah atau membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan kita dikoreksi atau ditegur oleh Firman Tuhan yang menyatakan kesalahan kita, maka janganlah kita Keraskan hati, kita harus bertobat dan meminta ampun kepada Tuhan Yesus, karena sesungguhnya saat itu Tuhan Yesus sedang berbicara kepada kita dan mau memperbaiki kelakuan kita yang berdosa dan memulihkan hidup kita serta memberkati kita. Karena itu bila Firman Tuhan menegur dan berbicara kepada kita, sekali lagi janganlah kita mengeraskan hati, tetapi terimalah Firman Tuhan dengan hati yang lembut, Firman Tuhan yang mau memperbaiki kelakuan kita yang salah dan penuh dosa. Amen